Jumat, 13 Agustus 2010

Indonesia Masih Membanggakan

Kebangaanku

Selama ini kita selalu kecewa dan sedih juga ngeliat kondisi negeri yang kita cintai ini, mulai masalah koruspi yang tak kunjung henti, kemiskinan yang terus meluas, mafia hukum dimana-mana, pemerintah yang cenderung jauh dari rakyat, ledakan gas elpiji 3kg yang terus meneror masyarakat, prestasi olahraga yang terus merosot, serta banyak masalah lainnya yang hanya bisa membuat kita mengelus dada.
Namun dibalik semua itu setidaknya ada beberapa hal dari Indonesia yang bisa kita banggakan, yakni :
1. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan hampir lebih dari 17.000 pulau (17.508 pulau) ada di Negeri ini, meski tidak semuanya berpenghuni namun kita sebenarnya masih bisa berbangga dengan negara kepulauan yang sangat besar ini kita masih bersatu menjadi NKRI meski Timor Leste, Sipadan Ligitan dan banyak pulau dijual. Cuma Indonesia, negara yang bisa menjaga keutuhan wilayahnya hingga saat ini.
2. Indonesia adalah satu-satunya dari salah satu negara demokrasi terbesar di dunia (setelah AS dan India) yang memilih wakil rakyat dan presidennya secara langsung dan sukurnya dua periode pemilu masih aman. AS dan India aja nggak pernah tuh milih presiden secara langsung oleh rakyatnya.
3. Lagi-lagi kita lebih demokratis daripada empunya negara demokrasi (AS) dimana kita pernah punya Presiden Perempuan dan Presiden Gus Dur yang beberapa orang baik dari dalam maupun luat negeri yang menilai tidak layak secara fisik, namun kita semua tetap bisa mengharagai itu semua dan menjunjung tinggi kesamaan hak. Mungkin sekarang AS bisa sejajar dengan kita karena mereka uda punya Obama. Hehehe
4.  Cuma Indonesia negara yang paling banyak budaya dan bahasanya dan hingga sekarang masih ada meski globalisasi dan modernisasi terus menggencet negeri ini. Coba anda bayangkan dari sabang hingga merauke, ada berapa budaya dan bahasa yang berada di negeri ini.
5. Meski sudah dijajah belanda hingga 3.5 abad dan banyak dieksploitasi untuk kepentingan asing maupun kelompok tertentu hingga saat ini, toh negeri ini masih saja punya banyak kekakayaan alam. Namun sayangnya kekayaan alam ini tidak bisa membuat rakyat indonesia kaya raya.
6. Indonesia adalah negara demokrasi dengan penduduk mayoritas islam (hampir 80%), jumlah penduduk muslimnya mengalahkan negara islam yang ada di timteng, padahal indonesia bukan negara awal berdirinya islam.
7. Kalo ngomongin masalah demokratis, negara ini jauh lebih demokratis dimana kita bisa menghargai satu sama lain dan mengutamakan kepentingan bersama. Tingkat rasialisme di negara kita jauh lebih rendah dibanding negara barat. Kita ini bangsa yang beradab cuy, cuma wakil rakyatnya aja tuh yang kurang beradab jadinya mereka itu adalah oknum dan betapa merugikannya tingkah laku oknum itu terhadap bangsa ini. hehehe
8. Pulau komodo dan badak bercula satu, jumlahnya paling banyak ada di Indonesia lho. Hehehe
Tentunya masih banyak sisi lain dari indonesia yang bisa kita banggakan, selain kekayaan alamnya, kekayaan budaya, yang terpenting dari semua itu adalah bahwa sesungguhnya orang Indonesia adalah orang yang ramah tamah dan murah senyum. Bahkan salah satu media asing pernah melakukan sebuah penelitian di beberapa negara ternyata Indonesia adalah negara yang paling murah senyum. Itulah hebatnya orang Indonesia, sesusah apapun kita toh masih bisa saja senyum manis. Hehehe
Penulis cuma menyesalkan apa yang terjadi terhadap rakyat Indonesia (kemiskinan dan masalah lainnya) kok seakan uda diatur alias diskenariokan (entah siapa yang nyusun skenarionya, Tuhan atau Pemerintah?) dengan terus mahalnya biaya pendidikan, kesehatan dan kebutuhan hidup lainnya. Semoga rakyat yang banyak teraniaya ini berdoa untuk kemajuan indonesia, mengingat do'a orang yang teraniaya itu lebih manjur. hehehe
Indonesiaku selalu kucinta sampai kapanpun!!! Aku Cinta Indonesia!!! Bagaimana dengan anda? hehehe

Senin, 02 Agustus 2010

Lampu

Aneka Jenis Lampu

Kayaknya kita kudu makasih banyak deh ama Thomas Alva Edison, karena dia juga akhirnya dunia ini ga gelap di malam hari dan ga perlu repot-repot nyalain api. Hehehe. Karena temuannya yang bernama lampu itu, suasana malam hari bisa menyala dan kendaraan bermotor pun juga menggunakan jasa lampu untuk menerangi jalan yang mereka lewati, bahkan pedagang kaki lima juga make lampu buat menerangi dagangan mereka. Yah, benar-benar penuh manfaat lampu itu.
Fungsi utama lampu adalah sebagai alat penerangan. Dengan cahaya yang dihasilkan oleh lampu itu, mampu menerangi segala sesuatu yang gelap. Namun kalo dibandingin cahaya matahari, lampu emang masih kalah, lha wong matahari dan pencipta lampu itu ciptaan Allah SWT. Nggak bakal ada yang bisa nyaingin ciptaan Allah. Hehe.
Yah itulah sedikit kisah tentang lampu yang penuh manfaat itu. Kira-kira ada ga ya pemimpin di negeri ini yang berfungsi layaknya lampu? Hehehe. Kayaknya susah juga nemuin mereka yang mampu menerangi dan memberikan banyak manfaat untuk rakyatnya. Dan parahnya lagi, lampu itu bisa lebih tau diri daripada pemimpin kita. Lampu kalo uda ga bisa nerangin lagi atau cahayanya berkurang, toh dia sadar diri dan mau diganti dengan lampu baru yang lebih bersinar. Beda ama pemimpin kita, meski uda ga bersinar lagi mereka masih saja memaksakan sinarnya kepada rakyatnya. Rakyat dipaksa “belajar” dalam cahaya yang redup, dan keredupan itu pula yang membuat rakyat harus ekstra keras untuk “belajar” dan tidak sedikit pula rakyat yang mengeluh terhadap redupnya sinar tersebut.
Andaikan pemimpin kita bisa mempunyai fungsi layaknya lampu yang banyak manfaatnya untuk semua rakyat, dari yang paling kaya ampe paling miskin bisa memanfaatkan fungsi lampu dengan baik,  mungkin rakyat bisa memperoleh kehidupan yang lebih baik.

aneka jenis wakil rakyat yang ngantuk

Masalah sinar dari pemimpin sebenarnya bukan karena cahayanya yang kurang (redup), namun sinar mereka seakan hanya untuk kelompok/kalangan tertentu saja. Yah ibaratnya, semakin mahal lampunya maka semakin sinar terangnya. Jadi mereka memeberikan sinar yang terang itu untuk kelompok penguasa, pengusaha dan ekonomi menengah ke atas yang diberi cahaya yang tidak terlalu terang dan diberikan cahaya yang terang benderang ketika uda jadi pemimpin. Untuk kelas menengah kebawah atau rakyat biasa yang nyatanya justru dapat membantu pemimpin memperoleh sinarnya malah diberikan lampu KW dengan sinar yang terang pada awalnya (janji dan janji) dan redup bahkan mati alias ga ada sinarnya (uda jadi pemimpin/pejabat).