Tampilkan postingan dengan label About Love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About Love. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 September 2014

PACARAN...

Picture By Google


Pacaran, Jadian, In a Relationship, dan banyak istilah lainnya jika kita menggambarkan seorang lelaki dan wanita bersatu dalam sebuah hubungan yang lebih dekat, lebih intens, lebih dalam dan 'terjebak' dalam jalinan kasih asmara :))

Banyak dari masyarakat kita atau mungkin termasuk kita yang menganggap biasa mengenai pacaran ini. Pacaran menjadi hal yang lumrah bahkan menjadi sebuah keharusan/kewajiban untuk para remaja mulai anak SMP hingga pegawai kantoran/pengusaha yang tak kunjung punya pasangan hidup. (miris amat boss)

Yah mungkin banyak orang tua memperbolehkan anaknya pacaran karena masih belum mengetahui apa aja yang sudah anaknya lakukan dengan pacarnya? Tau mereka cuma anaknya jalan-jalan ke mall, nongkrong, makan, dan nonton. Tapi yah namanya juga anak, sejujur-jujurnya dan sebaik-baiknya seorang anak toh masih ada aja yang dia "sembunyikan" dari kedua orang tuanya, termasuk apa aja yang sudah mereka "lakukan" dengan pacarnya. Hihihihi monggo ditebak sendiri :))

Awalnya penulis juga orang yang sangat pro terhadap pacaran dan pacaran menjadi sebuah moment di mana kita lebih bisa menghargai orang yang kita sayangi, saling memahami satu sama lain dan proses untuk sama-sama berubah menjadi orang yang lebih baik. NAMUN FAKTANYA KALO DIPROSENTASI'IN GA LEBIH DARI 20% ATAU MUNGKIN CUMA OMONG KOSONG. KARENA 90% ORANG PACARAN UDAH PASTI PUTUS dan MINIMAL PERNAH KISSING (nah kalo uda gini bakal lanjut nih ke yang lainnya).

DAN SISANYA YANG GA PUTUS LANJUT AMPE NIKAH BUT NOTHING SPECIAL IN THEIR LIFE (mungkin spesialnya cuma menjalin hubungan dengan orang yang sama dengan jangka waktu yang cukup lama) JUST MARRIED AND HAVE A NEW FAMILY (MAYBE THIS IS THE SPECIAL MOMENT FOR THEIR LIFE).

Pacaran yang pasti adalah mulai terbukanya pintu maksiat. Ini nih yang pasti terjadi kalo orang uda mulai pacaran, karena ngerasa udah pacaran mereka berhak untuk berpegangan tangan, berpelukan, bahkan parahnya mereka juga menghalalkan ciuman hingga berhubungan badan layaknya suami istri. Astaghfirullah ampuni kami Ya Allah dan jadikanlah kami orang yang bertobat dari perbuatan zinah dan perbuatan dosa lainnya. AMIN

Tidak memiliki pacar bukan berarti kiamat atau kita ga laku, pacaran cuman sms/chat/telponan atau apel ke rumah tanpa adanya sentuhan fisik bukan berarti ga ada yang istimewa. Pointnya adalah pacaran adalah salah satu pintu menuju kemaksiatan, mungkin ga ada masalah bagi yang berpacaran tanpa maksiat tapi alangkah baiknya jauh-jauh deh ama yang namanya pacaran. Kalo emang suka ama orang cukup menjalin hubungan dekat aja dan langsung aja diajakin kawin biar ga pacaran terlalu lama dan jauh-jauh deh dari maksiat.

Kamis, 22 September 2011

Kacau Galau :p

INI HATI KU YANG GALAU BUAT KAMU
Minggu lalu (selama seminggu full sejak tanggal 14-21 September) penulis dalam keadaan "kacau galau". Anda tau mengapa penulis menyebutnya kacau galau? Karena penulis sedang dalam perasaan galau yang akhirnya membuat penulis kacau dan tidak ada mood untuk ngapa-ngapain (itu mah karena penulis lagi nganggur jadi ya ga ngapa-ngapain deh). Hhihi

Galaunya perasaan penulis tak terlepas dari kebodohan penulis ketika mendekati seorang wanita, biasanya ketika mendekati seorang yang kita suka, kita selalu menampilkan wujud malaikat nah penulis malah menampilkan sosok iblis yang menggoda, jadi lah penulis dicampakkan oleh wanita pujaan penulis tersebut. Hhaha

Penulis merasa seperti dicampakkan atau diputuskan sebelum jadian (ckckck). Tapi ya semua hikmah itu ada kejadiannya (ga kebalik bos? gapapa lah namanya orang lagi galau semua ga pernah bisa bener). Hhihi

Satu hal yang penulis dapat dari pengalaman menjadi Kacau Galau ini, yakni janganlah kita terlalu mempunyai perasaan yang mendalam kepada orang yang kita sukai dalam masa pedekate, karena akan terasa sakit ketika pedekate kita gagal yakni kita akan Kacau Galau. eeeeaaaaaaa jayus amat mas penulis@#!*&

Lagi-lagi penulis harus kembali menjalani hidup normal yakni hidup tanpa mendekati atau tanpa ada wanita yang bisa penulis ajakin bbm-an, twitteran, jalan, kencan, sholat, belanja, jogging, dan lainnya. Hhihi

Penulis bakal terinstitusi oleh status jomblo kayaknya (baca tulisan "Terinstitusi Oleh Pacar" biar ngerti apa makna terinstitusi dalam blog ini) hhhihi.

Selasa, 13 September 2011

Menjalin hubungan baik dengan mantan? Hmmmm


Kalo mantan brengsek, mending ditembak aja deh..hha
Banyak dari kita termasuk penulis yang mungkin mempunyai hubungan kurang baik dengan para mantan, meski dulu PDKT-nya baik-baik, pacarannya juga baik-baik, putusnya selalu dengan tidak baik-baik. Hehehe
Putus baik-baik atau tidak baik-baik mempunyai satu kesamaan yakni sama-sama belum tentu bisa menjalin hubungan baik dengan mantan. Mungkin ketika mantan belum punya kekasih, kita masih bisa menjalin hubungan baik tapi ketika mantan uda ada yang punya jangankan hubungan baik, hubungan via sms aja belum tentu kita bisa (nomer yang anda tuju uda nggak dipake lagi ama mantan). Hhihi
Tapi banyak juga kok temen penulis, baik cowok maupun cewek yang masih menjalin hubungan baik dengan mantan, yang tidak menjalin hubungan baik juga buanyak banget. Wkekekek
Bukan masalah bener atau salah kalo kita masih menjalin hubungan baik dengan mantan, sebaik-baiknya hubungan kita dengan mantan toh tetep aja hubungan itu berasa garing banget. Bisa aja nggak garing setelah sekian lama kita nggak ketemu mantan dan tiba-tiba ada rasa gimana gitu ama mantan pas ketemu dia lagi. Mungkin yang kayak gini ini yang masih bisa menjalin hubungan baik dengan mantan, apalagi pas mantan ama kita sama-sama nggak laku (single lebih tepatnya). Hhihi
Yah, pada dasarnya itu cuma sebuah pilihan bagi kita semua. Memilih itu emang selalu sulit dan penuh pertimbangan, kalo nggak gitu bukan milih namanya. Whihihi. Kalo penulis sih lebih milih nggak punya pilihan daripada sulit milih (tetep aja mas penulis, akhirnya sampeyan tetep milih nggak punya pilihan sebagai pilihan sampeyan). Apaan sih?!!
Tiap orang punya cara tersendiri ketika uda bener-bener putus, percaya atau nggak, menjalin hubungan baik dengan mantan bukanlah perkara mudah. Butuh waktu yang nggak jelas agar kita bisa tetep baik ama mantan. Hhahai

Kalau Jodoh Kemana Aja Boleh?


Hitler itu uda nikah namun kematian memisahkan dia dan istrinya, inikah jodoh?
Agak miris dan sedikit mringis juga ngeliat ungkapan pesimis umat manusia di seluruh penjuru Indonesia yang selalu bilang “kalo jodoh nggak akan kemana”. Dari kata penuh makna tersebut, kita seakan dibuai oleh sebuah kuasa Tuhan yang emang selalu menjadi misteri untuk kita semua. Hhihi

Namun bukan berarti kita harus pasrah dan apa kata Tuhan aja deh kalo masalah jodoh. Karena kalo jodoh nggak akan kemana, meski kita dijauhin toh nanti akan ketemu lagi kalo emang kita jodoh! Wadouw pikiran sesempit ini (atau pikiran penulis yang terlalu luas) harus segera diminimalisir. Jodoh emang nggak ada yang ngerti, meski kita pacaran puluhan tahun kalo emang nggak jodoh ya nggak bakal nikah. Atau orang yang baru pacaran beberapa bulan (fenomena perjodohan dari kedua orang tua yang miris melihat anaknya tak laku-laku) langsung nikah. Hhihi

Pertama kita harus memahami makna kata “Jodoh”, mengutip dari twit budayawan ternama Indonesia, Mbah Sudjiwo Tedjo pernah berkicau bahwa orang berjodoh nggak harus sampai nikah, kalo pernikahan itu ujung perjodohan bagaimana dengan fenomena perceraian atau kawin-cerai?. Apa yang dikicaukan Beliau memang tidak sepenuhnya salah dan belum tentu benar. Ckckck

Hanya satu poin penting yang bisa kita ambil dari kicauan beliau, yakni hilangkan pola pikir bahwa pernikahan adalah ending dari sebuah fenomena Jodoh. Hhihi. Jadi uda nggak jaman lagi kalo masih ngomong, “kalo jodoh nggak akan kemana”. Mungkin lebih etis lagi kalo bilang, “kalo jodoh kemana aja boleh”. Hhahai

Tulisan ini dibuat hanya untuk hiburan semata, segala konten dan isi yang di dalamnya tak sepenuhnya salah dan kalopun salah jangan dibikin susah. Hhihi

Kamis, 04 Agustus 2011

Jomblo itu???


JOMBLO sebuah kata yang bahkan menjadi judul lagu dari band Gigi. Jomblo sebuah kata yang sekarang eksistensinya terancam oleh kata SINGLE. Jomblo sebuah status sosial yang melekat kepada para remaja atau siapapun yang belum punya pujaan hati. Hhihi

Banyak orang beranggapan bahwa menjadi jomblo itu jauh dari kata bahagia karena tidak ada partner atau rekan yang bisa kita ajakin kencan, smsan, bbman, telponan, dan aneka aktivitas menarik lainnya. Hhehe

Bahkan jomblo bisa menjadi sebuah acuan bagi orang lain untuk menilai kita sebagai sosok yang "ga laku" atau "jual mahal". Hhihi

Apa aja deh terserah mereka mau bilang apa, yang jelas jomblo bukanlah sesuatu yang diharamkan oleh agama dan negara. Semua orang berhak menjadi jomblo tapi kalo jomblo terlalu lama, menyedihkan rasanya (berkaca pada pengalaman pribadi penulis). Hhaha

Sabtu, 03 Juli 2010

Terinstitusi oleh Pacar

 I Give My Heart To You
Hwaaaaaa cewe mana sih yang ga sebel kalo dicuekin, dijahatin and dikecewain ama pacar? Tapi kenapa kok masih aja banyak cewe yang sayang bahkan lebih sayang meski uda dikecewain ama sang kekasih? Aneh juga sih, malah ada yang uda putus karena digituin, ehh tapi kalo diajak balikan ya mau-mau aja. Huft Fyuh repot juga ya kalo uda sayang dicampur bumbu cinta... Hhaha
Pada tulisan penulis di Kontra Grafis Perasaan (KGP) juga dijelasin dimana semakin lama hubungan berjalan justru si cewe yang makin sayang dan cowo makin cuek aja kadang suka cari masalah dan sok jual mahal. So, jangan heran deh kalo fenomena ini (dikecewain tetep aja sayang n mau aja balikan) selalu ada dalam sebuah hubungan sepasang kekasih yang menjalin cinta dan asmara beserta geloranya. hahaha
Seperti yang ditulis pada awal tadi, kenapa sih cewe kadang masih sayang, kadang mau balik meski uda dijahatin ama sang kekasih? Hanya cewe yang mampu menjawabnya, dan kelemahan (rasa sayang yg lebay) cewe ini lah yang selalu dimanfaatin sang cowo, wahwahwah cowo emang kurang ajar pisan euy, ga tau diri. Hahaha
Baik kita mulai pelajaranya sekarang, mungkin ada beberapa dari kita yang terpaksa masuk sekolah atau kuliah di jurusan yang ga kita suka. Tapi lama kelamaan seiring berjalanya waktu kita akhirnya menyukainya dan bahkan menjadi fanatis atau mungkin tetep g suka dan biasa aja. Atau contoh lain, bisa bayangin kalo kita sudah terlalu nyaman dan terlalu lama terhadap suatu hal misalnya nih kalo kita uda terbiasa pake spatu/baju merk tertentu, tentunya kita agak ogah juga beralih ke merk lain. Ya dari semua itu, secara tidak langsung kita telah terinsitiusi, dimana banyak faktor yang membuat kita terinstitusi.
 Apa sih itu terinsititusi? Ada penjelasan menarik tentang hal ini dari sebuah film yang berjudul “Shawsank Redemption”, film yang berkisah mengenai korupsi di penjara dan kejahatan terhadap napi ini mempunyai penjelasan yang menarik tentang “terinstitusi” yakni pertama kita akan membencinya (penjara), kemudian terbiasa,  dan seiring berjalannya waktu kita akan tegantung padanya. Tak heran jika film itu menjelaskan demikian, karena rata-rata orang yang dihukum di shawsank redemption adalah 20-30th, sehingga mereka tidak mengerti ada apa dan siapa saja di luar hingga mereka lebih memilih hidup di penjara daripada hidup bebas sendirian dengan usia yang renta. Jadi para napi akhirnya terinstitusi oleh penjara karena disana mereka punya banyak teman dan lainnya. Hhaha
Jadi inti daripada terinstitusi adalah, biasa aja atau mungkin membencinya, kemudian terbiasa dengan yang kita benci atau kita anggap biasa aja, seiring berjalannya waktu pada akhirnya kita malah ketergantungan. (kayak misalnya ketergantungan cuci muka tanpa pon*s or sabun cuci muka, rasanya kayak kurang gimana gitu..hhaha)
Sama halnya tidak ingin beralihnya kita pada sebuah merk lain (terinstitusi oleh merk tertentu), atau tidak ingin keluar dari penjara (terinstitusi oleh penjara). Terinstitusinya cewe oleh cowo bisa jadi karena uda terlalu nyaman dan sayang atau sudah lama menjalin hubungan, sehingga si cewe tidak tau menau tentang cowo lain alias belum bisa nemuin yang pas atau sesuai dengan keinginan hati sehingga cewe sangat bergantung pada sang cowo (pacar/mantan) padahal ketika putus atau disia2in pacar, cewe butuh cepat sosok yang bisa membuat hati ini tersenyum. So, meski uda dijahatin or jalan ama cowo lain, toh tetep aja UUM (ujung2nya mantan) bagi yang uda putus dan UUP (ujung2nya pacar) bagi yang belum putus. Hhaha
Yah itulah terinstitusi, pertama mungkin biasa saja/jual mahal (pas dideketin) kemudian terbiasa (uda keseringan di smsin, jalan, twitteran,  tlpn2an, fban, yman, bbman, dll), seiring berjalannya waktu akhirnya ketergantungan deh (jadi gimana gitu kalo g ada dia meski dia suka bikin bete dan sejenisnya). Hhaha
Kalo menurut penulis sih, rugi banget buat cewe yang sudah terinstitusi oleh sang cowo. Kayak ga laku aja neng/non/mbak/jeng/ses. Uda disia-siain, dikecewain, dijahatin, “tapi aku kan masih sayang” ujar sang cewe tersipu manyun. Makan deh itu sayur rasa sayang, harga diri mau ditaruh kemana? Kayak ga laku aja, masih muda masih banyak kesempatan, masa depan masih cerah dan tentunya masih seger bener (hehehe), jangan trauma atau jangan sampe deh rasa kecewa itu menutup hati kalian buat lelaki lain yang bisa lebih baik atau lebih bejat daripada pacar/mantan kalian. Whehehe
Tapi kalo masih sayang dan cinta mati, ya monggo silahkan... jangan sambatan deh kalo digituin lagi dan itu resiko yang harus diterima...

Senin, 28 Juni 2010

Long Distance Relationshit (LDRt)

 Korban LDRt

Karena ada request dan cerita dari beberapa kerabat mengenai hubungan dengan sang pacar terutama yang jarak jauh, akhirnya nulis lagi deh tentang pacaran tapi kali ini mengupas nggak tuntas hubungan jarak jauh. Hhehe
Mungkin beberapa dari kita ada yang pernah, sedang bahkan akan menjalani  hubungan/pacaran jarak jauh atau bahasa gaulnya LDR alias Long Distance Relationship. Beberapa penelitian baik di luar maupun dalam negeri menyatakan bahwa hampir 90% pasangan yang menjalani LDR ini berakhir dengan “tragedi” (lebay banget nih) alias putus cinta dan kalopun berjalan, sangat sulit dan banyak godaaan menggoda. Atas dasar penelitian itu pula maka penulis mengganti Long Distance Relationship menjadi Long Distance Relationshit (LDRt bukan KDRt). Hhhehe
Memang tak mudah menjalani hubungan yang sifatnya jarak jauh, harus diciptakan ikatan batin maupun ikatan simpul yang kuat. Hhehe
Karena penulis mempunyai pengalaman pahit dalam LDRt dan punya banyak cerita dari kegagalan beberapa teman dengan sang kekasih dan sedikit cerita keberhasilan seorang teman dalam membangun hubungan jarak jauhnya. Dijamin deh, kalo cowonya jelek  apalagi miskin and nggak sekece penulis, doi nggak bakaln selingkuh alias kecil kemungkinan. Hhaha
Jadi jangan bilang cowo atau cewe yang nggak tahan godaan, keduanya sama saja lah, Cuma harus diakui jumlah cewe yang jauh lebih banyak dari cowo (1 banding 4) membuat kans cowo untuk selingkuh jauh lebih besar. hhehe
Penulis juga bingung enaknya mau berbagi lewat kegagalan atau keberhasilan dalam Long Distance Relationshit ini. Karena cerita keberhasilan sangat sedikit dan kegagalan sangat banyak. Kalo berbagi keberhasilan kayaknya bukan keahlian penulis, tapi kalo berbagi kegagalan bisalah dibilang ahli. Jadi marilah kita juga belajar dari kegagalan orang lain, ntar kalo mau berhasil ya pikir sendiri. Wkekek
LDRt seakan menjadi momok serius bagi kita yang belum pernah berjauhan dengan sang pacar, mungkin bagi yang pernah aja masih berfikir ribuan kali (keburu tua bos!!!) buat mengulang tragedi sejuta umat ini. Memang pada LDRt itu diperlukan sebuah kekuatan mental dan kepercayaan diri yang cukup tinggi terutama rasa saling percaya satu sama lain, yang nggak kalah pentingnya adalah kejujuran. Jadi kita tidak hanya bisa menggantungkan pada intensnya komunikasi dan pertemuan dengan sang kekasih (penulis pernah ngalamin ini tapi ya berakhir dengan tragedi. Aw aw aw curhat nih ye...  --..--)
Kekuatan mental disini adalah keduanya harus mempunyai kekuatan mental dari godaan cowo/cewe yang terkutuk.  Kebanyakan gagalnya LDRt ini adalah banyaknya bisikan setan dan godaan dari cowo/cewe yang terkutuk. Hhehe
Kepercayaan diri dan rasa saling percaya, wah ini juga sangat penting  selain Percaya kepada Tuhan YME karena dengan adanya kepercayaan terhadap diri sendiri dan saling percaya terutama percaya akan berjalan dengan indah maka kita bisa. Bisa apa? Bisa-bisa aja deh. Hhehe. Yah pokoknya yakin dan percaya aja bahwa kita dan si dia tidak mudah tergoda oleh banyaknya godaan baik yang sengaja (mencari pelampiasan) maupun yang nggak disengaja (ketemu the other someone who making us better and feel like asoy..hhehe)
Kejujuran, kalo kita bisa jujur dengan sang pacar tentunya akan nyamnyam, tapi masalahnya jujur itu sulit karena takut menyakiti dan takut kehilangan sang pacar. Wahwah
Kalo faktor kegagalan LDR tentunya banyak banget dan uda jadi rahasia umum. Kalopun berjalan mungkin hubungane biasa-biasa saja alias banyak kebohongan daripada kejujuran, masih pacaran aja uda suka bohong gimana kalo cerai? Hhaha. Tapi kalo berhasil, wah hebatnya bukan main, teman penulis ada yang LDR-an hingga 5tahun tapi nggak tahu kapan mereka nikah. Hebat pisan euy dan nggak pernah putus nyambung kayak lagu BBB (bukan bolot biasa). hhehe
Memang ketiga tips di atas tidak mudah dijalankan dan berbuat tak semudah berucap. Maka tak heran jika 90% hubungan jarak jauh berbuah kegagalan soalnya orang terkadang paranoid dan bahkan phobia dengan LDRt, maka hubungan jarak jauh ini lebih pantas disebut dengan Long Distance Relationshit.
Jadi kalo uda LDRt-an ya cuma ada dua pilihan, mau jalanin dengan serius atau menjalani dengan senang hati alias asal hati senang dengan gebetan dan pacar yang jauh disana ya silahkan. hhaha
Pesen Penulis : LDRt terjadi bukan karena niat, melainkan terjadi karena adanya keterpaksaan dan kesempatan. Jadi Waspadalah!! Waspadalah!! hhaha

Selasa, 22 Juni 2010

Ngungkapin Perasaan Suka

 cover film Dear John (apa hubungane ama postingan ini?)
yang jelas nggak ada..haha

Orang jaman sekarang semakin tidak malu-malu buat ngungkapin perasaannya terhadap orang yang dia sukain, mulai dari "nembak" di muka umum atau di depan banyak orang, ngikutin acara televisi yang berhubungan dengan cinta, ampe rela bunuh diri dan menuju dukun jika cinta ditolak. hhaha

Satu kata untuk ini semua, bukan 'edan' tapi SALUTE. Salute buat sampeyan-sampeyan yang berani menunjukkan perasaan anda dihadapan banyak orang, meski orang yang anda suka itu belum tentu suka dan malahan ilfil ama sampeyan. Hhehe

Tapi juga nggak sedikit dink orang yang masih malu, jaim dan sejenisnya. Terus kira-kira cara seperti apa ya agar pengungkapan perasaan kita ini diterima di sisinya? hhaha

Penulis juga nggak tau gimana caranya biar perasaan kita ini bisa mengena ke si dia. Ada dua cara dalam hal ini, yakni berterus terang dan berterus gelap. hhehe.

Berhasil atau tidaknya bisa kita pelajari dari pengalaman kita dan teman-teman kita serta sejauh mana kita bisa mengerti si dia dan yang terpenting adalah do'a.

Kalo si dia nggak suka sesuatu yang berlebihan dalam hal ini adalah mulai dari kita pedekate ampe kita nembak, jangan sampe deh kita nembak dia pake cara yang aneh n di public area. yang mengundang perhatian orang banyak. Dijamin berhasil yakni berhasil ditolak oleh si dia (coba lagi tahun depan). hhehe

Ungkapan perasaan suka tidak hanya melalui kata-kata saja, namun juga melalui perbuatan dan perbuatan disini tidak harus yang mengundang perhatian banyak orang serta perbuatan asusila atau perbuatan yang dilarang oleh agama. hhehe

Jika kita menyukai sesuatu atau apapun otomatis kita akan berusaha sebaik mungkin untuk memperolehnya. Dalam hal ini pun demikian, lakukan sesuatu yang positif yang bisa membuat dia mengerti bahwa anda menyukai si dia dan ada sesuatu dari anda yang disukai dia. Apa ya sesuatu yang bisa kita lakukan itu? Penulis juga nggak tau soalnya. Hahaha. Yang jelas lakukan sesuatu yang baik dan membuat dia mengerti dan respect terhadap anda. wkekek

Ini hanya sebuah saran yang tidak harus diikuti, kalo mau diikutin juga nggak masalah. Lagian pasti pembaca semua sudah tau kudu ngapain kalo pengen ngungkapin perasaan sampeyan. Hahha

Minggu, 20 Juni 2010

Kalo Bikin Sakit Ati, Ngapain Dipikirin!!!


Sebagian dari kita mungkin masih saja sakit hati dan kecewa meski kita telah lama putus hubungan dengan sang kekasih. Biasanya kaum cewek paling susah buat ngelupain sang mantan dan sulit juga buat ngilangin rasa sakit atinya. Baik cowok maupun cewek, selalu nggak habis pikir dengan akhir daripada sebuah hubungan yang ternyata tidak seindah masa pedekate. hhehe

So, Gimana caranya biar kita nggak keinget masa lalu baik yang bikin "sehat hati" maupun yang bikin "sakit hati"? Ngomong nggak semudah mraktekin, tiap orang punya cara sendiri-sendiri dan jangan pernah menyalahkan jenis kelamin (misal:enak banget ya jadi laki, bisa cepet ngelupain). Uda nggak jaman buat nyalah-nyalahin orang lain.

Ada beberapa tips revolusioner yang harus kita perhatikan agar kita nggak selalu mengingat rasa sakit dan rasa sayang kita terhadap sang mantan, mau ngikutin atau nggak ya itu hak pembaca. hhehe. Cara itu adalah :
1. Jangan diinget-inget lah. Biarin aja jadi dokumen pribadi yang telah usang, sukur-sukur mau di buang ke recycle byn terus di empty-in recycle byn nya biar ilang selamanya. hhehe
2. Perbanyak aktivitas dengan diri sendiri dan kerabat dekat.
misalnya nih : olahraga, belajar, sholat, puasa, nge-mall, nongkrong, dan lain2 asal jangan aktivitas seksual dan obat-obatan terlarang. hhehe
3. Tawakal dan Berdoa
misalnya nih : lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, sapa tau mau bunuh diri. hhaha
4. Jadilah orang sukses dalam segala hal, biar sang mantan nyesel pernah mutusin kita dan nantinya kalo kita mau bales dendam dan bikin hidupnya susah kan gampang. hhaha

Tentunya tidak menutup kemungkinan buat cara yang lainnya, namun untuk melakukan cara revolusioner ini kita harus disertai dengan semangat yang kuat dan niat yang tulus. hhehe


Minggu, 02 Mei 2010

Kontra Grafis Perasaan (KGP)

KGP ini biasa terjadi pada orang yang sedang dalam masa pacaran. Dimana sudah banyak penulis ulas pada Bab I-IV tentang pacaran, KGP yang sedikit disinggung pada Bab III ternyata juga menarik jika dibahas lebih dalam dan mendetail lagi.

Harapan penulis tentunya juga sangat besar dengan kita mengetahui tentang KGP ini. Akhirnya salah satu pihak, khususnya cewek bisa memainkan peran penting dalam pacaran dan tidak terjebak ucapan dan perilaku manis sang lelaki.

Yah, tentunya masih ingat kan gimana cowok pdkt? Bahkan cowok rela ''mati'' atau ngelakuin apapun untuk memperoleh sang gadis pujaan. Tentunya masih ingat juga donk, betapa mayaknya pacar anda ketika anda sudah mulai sayang banget ama sang cowok? Hehehe

Inilah yang penulis sebut dengan KGP, dimana terdapat sebuah kontradiksi dalam perjalanan hubungan berpacaran. Yakni, berbaliknya grafik perasaan antara sang lelaki dengan wanita. Dimana pada pdkt dan awal jadian, lelaki slalu membuat smua menjadi lebih indah namun dalam jangka waktu tertentu ketika cewek sudah mulai mengikuti alur percintaan dengan perasaannya yang lebih mendalam terhadap lelaki, eh cowoknya malah cuek aja bahkan terkesan biasa saja dan nggak kayak dulu lagi.

Jika kita mengacu kepada teori sosial, maka KGP ini termasuk dalam teori kepentingan. Dimana untuk meraih sesuatu juga tak terlepas dari kepentingan-kepentingan tertentu. Seperti halnya cowok yang pdkt, tentunya dia mempunyai kepentingan dalam pdkt yakni berharap memperoleh informasi lebih dalam lagi mengenai si cewek. Akhirnya dia bisa menentukan langkah selanjutnya untuk menjadikannya pacar.

So? What's next? Apa yang kudu dilakuin? Sedangkan dilain pihak, cewek juga takut kehilangan cowoknya (ya karena uda punya perasaan sayang yang mendalam). Untungnya cewek yang juga nantinya jadi ibu, adalah makhluk yang paling sabar dimana mereka masih mau bersabar menerima perilaku cowok yang lumayan menyimpang. Hhahaha

Kalo mau disudahin yo gapapa, selalu ada kesempatan kedua dan semua tergantung kita masih bisa menerima kesalahannya atau nggak. Kalo dikasih kesempatan masih tetep aja menyimpang, ya uda tinggalin aja meski hati ini masih berat tuk melepasnya. Cie..cie..cie
Selalu ada air di balik padang gurun yang luas, selalu ada kesenangan dibalik kesedihan yang mendalam. Kalo nggak berani ambil resiko, ya kita nggak bakal dapet apa-apa.

Bab IV - Mau Kemana ?

Mungkin ini menjadi bab terakhir dalam tulisan penuis mengenai Pacaran. Biar nggak ngebosenin kayak cinta fitri ampe season 5. hhihi

Mungkin dari kita semua uda pernah pacaran dalam jangka waktu yang cukup lama, yang jelas sudah bertahun-tahun pacaran dengan aneka suka dan duka yang mewarnai hubungan kita. Bagi yang belum pernah pacaran bertahun-tahun (termasuk penulis) moga nggak bosan dengan pacarnya. Hahahha

Putus Nyambung udah sering dilewati, marah-marahan, nangis-nagisan, sayang-sayangan, kenal ama keluarga dan sodara-sodara serta sobatnya uda dijalanin, dan tidak sedikit pula yang sudah "aneh-aneh" serta berselingkuh atau menjalin hubungan gelap sana-sini, dan masih banyak deh yang uda dialamin selama bertahun-tahun pacaran.

Entah pacaran 2-6 tahun, maupun lebih dari itu. Yang jelas nggak sedikit kan pengalaman kita dengan sang kekasih. Baru pacaran beberapa bulan aja uda banyak pengalaman.. hehe
Yah, dalam suka dan derita serlama bertahun-tahun itu, mau dibawa kemana hubungan kita? bila kau terus menunda-nunda.. malah kayak syair lagu nich (alay mode on) hhihi

kalo putus, berat rasanya
kalo lanjut, berat juga rasanya

apakah keseriusan pacaran itu nantinya dalam bentuk pernikahan? iya kalo Tuhan berkehendak. Nggak sedikit lho orang yang lama pacaran pada akhirnya putus juga, orang nikah aja bisa cerai.

so? kita kudu ngapain? masa nggak ada tindak lanjut dalam keseriusan hubungan kita? pikir-pikir dulu deh, jangan keburu menjustikfikasi bahwa sang kekasih adalah calon teman sehidup kita sampe mati. hihihi

terus buat apa donk pacaran lama-lama kalo ga jelas juntrungannya?
nah ini nih, yang kayaknya harus kita pahami lagi. Jenis pacaran kan macem-macem, ada yang cuma buat fun doank, ada yang pgn diperhatiin, ada yg pgn punya temen smsan, ada yg serius mpe tunangan n nikah segala, dan beberapa di bab II juga uda dibahas. pokoknya banyak deh alasan kenapa orang pacaran bahkan ampe rela pacaran bertahun-tahun karena saking sayang n loyal nya terhadap pacar. hehehe

penulis iki kok terkesan sok dewasa n sok tau yo ? koyok wes jadi pakar pacaran ae.. hhihi
maap ya pembaca, penulis tidak pernah ada maksud untuk menggurui atau apapun dalam hal ini, penulis hanya ingin sharing dan berdiskusi dengan pembaca aja. Sumpah!! nggak bohong.. hehehe

pada perkuliahan sosiologi hukum (kuliah kok bahas pacaran), penulis sempat mendapatkan pelajaran berharga yakni 5 tahap dalam pacaran yang penulis yakin banyak yang tahu. nek nggak ngerti yo nemen koen rek.. hhihi
1. Interest
2. Perkenalan
3. PDKT
4. Pengungkapan Perasaan
5. Jadian

balik lagi ke judul tulisan ini.

Mau Kemana?
Yah, mau kemana kita setelah berlama-lama pacaran? mau kemana kita saat pacaran?
ini kayaknya meski agak njlimet dan kurang penting tapi penting juga buat kita. hehe

Mau kemana, itu haknya para pembaca. HAK berarti terserah kita mau dijalanin atau tidak, kalo kewajiban kan kudu dilakuin meski terpaksa. hehhe

jadi pacaran adalah hak, jadi mau dibawa kemana yah itu hak kita. Asal jangan sampai Kita menyalahgunakan pacaran untuk hal yang negatif. kalo mau negatif-negatifan jangan ama pacar deh, kasian lho orang yang uda bener-bener sayang ama kita kok diajak negatif terus. kalo emang ada konflik atau apa aja, yah mbok yang ngerasa mikir pake otak n yg mikir pake perasaan bisa ngerti satu sama lain. hhihi

sebel, mangkel, ngruntel, merasa dirugikan itu slalu ada dlm setiap hubungan. cuma kalo asik terus n damai terus dari hubungan kita, yoh kurang maknyus rek. nggak enak la'an kita nggak ngerti ego pasangan kita. menungso iku nggak apik thok, opo maneh penulis. hahhaha
jadi kita harus bisa memhami sejauh mana konflik itu menemani kita, nggak semua konflik bikin kita terperosok, justru konflik itu harusnya bisa bikin kita lebih dewasa n lebih baik, karena kita sedikit mengerti apa yang tidak disuka oleh pacar kita. nek konflik terus-terusan yo mending putus ae rek, daripada tukaran terus.. hahahaha

yah moga pembaca yang belum pacar bisa memperoleh pacar yang tepat
moga pembaca yang lagi berkeluh kesah dan konflik dengan pacar, udah beres ntah itu mau baikan pacaran atau baikan putus
moga yang masih mesra n enjoy ama pacar, bisa ada cobaan.. hahha
moga yang uda lama pacaran, bisa ngerti kudu kemana arah kalian

intine semoga kita semua bisa ngerasain baik buruk dalam hidup ini terutama dalam berpacaran. hhehe

nikmati ajalah apa yang ada dalam hidup ini, ojo sambat terus. nek sambat ojo suwi-suwi. wong jowo soale senenagane loro ati n suwi nek sambat. hahahaha

Bab III – Kau Kukejar, Kau Kusayang, Kau Kutendang, Kau Kusayang (lagi)


Penjelasan tentang pacaran dan mengapa pacaran telah kita bahas pada bab-bab sebelumnya. Enaknya bahas apa lagi ya? Penulis juga sempat ber-smsan dengan teman-teman yang mau meluangkan waktunya untuk ngebaca tulisan penulis dan skalian minta masukan buat the next chapter.

Ada banyak masukan yang menarik, cuma ga semuanya bisa dimasukin jadi satu bab. Jadi penulis mengambil satu masukan dulu buat bab yang ini. Yah, judul di atas tentunya menjadi pembahasan kita pada bab ini.. heheh (yo jelaslah, ojo sampe judul tidak mencerminkan isi).

Siklus dalam pacaran mungkin bisa seperti ini : Pdkt --- Nembak --- Jadian --- 1-3bln dunia milik kita --- marahan --- ketemu someone spesial (orang ketiga) --- putus --- marahan/baikan/marahan/bai
kan --- balik lagi (jika bisa balik). Siklus ini mungkin bisa dibilang ngawur dan ga masuk akal, tapi ya begitulah cinta deritanya tiada pernah bertambah. (kayak ti pat kay dalam kera sakti aja) hahha. Opo hubungane yo?
Mungkin agak sedikit njlimet ya siklus diatas? Penulis aja ga paham.. hehehe .. ya uda deh langsung saja masuk ke inti bab ini, Kau Kukejar, Kau Kusayang, Kau Kutendang, Kau Kusayang (lagi).

Benernya dikit atau banyak sih orang yang putusnya baik-baik ? kenapa akhirnya putus kalo dulunya sudah berpikir terlalu jauh kedepan dengan ngelakuin “hal-hal yang terlalu jauh kedepan” (pembaca pasti tahulah apa maksud penulis). Apa janji-janji manis semasa jadian hanya sebuah janji manis yang pada akhirnya ditagih Nidji dalam sebuah lirik lagu?hhii.. Malah suwi malah ga jelas gini penulise.. Apa kita juga ga sayang dengan banyaknya kenangan yang udah dijalanin berdua terlepas itu baik dan buruk, mesum dan tidak mesum, intine banyak cerita deh antara kita dengan sang pacar. Jadi temen-temen yang udah banyak kenangan ama pacar, pikir-pikir lagi deh kalo mau putus.. hhihihi

Tanpa ada maksud pamer/sombong nih, kalo pengalaman penulis sih lebih banyak putus dengan tidak baik terus lose contact deh ama sang mantan. Intinya kalo menurut penulis namanya putus ga ada yang baik-baik meski pada akhirnya ketemu lagi (toh akhirnya biasa aja), orang putus pasti ada salah satu pihak yang dirugikan (pengalaman pribadi nih??) hhahaha. Mengacu teori konflik dari ilmuwan sosial politik terkemuka yang bernama Karl Marx, beliau menjelaskan tentang Teori Konflik yang pada intinya bahwa Konflik itu muncul akibat dari salah satu pihak yang merasa dirugikan oleh pihak yang merugikan, hingga muncullah sebuah tindakan perlawanan (tidak harus kontak fisik) yang dilakukan oleh pihak yang dirugikan. Dari sinilah muncullah sebuah teori yang sangat besar dalam ilmu sosial politik, yakni Teori Konflik ala Karl Marx. Hahaha.. (mboh maneh nek salah)

Balik lagi ke pokok tulisan, malah suwi malah mlayu nangndi-ndi tulisane. (sing ga paham artine, salahne ga ngerti boso jowo!!!hahaha)

Awalnya sih cuma tertarik aja terus kenal lebih deket lagi (via sms,tlpon,chat,fb,twitter,plurk,jalan n nonton,ngapel,dll) eh ternyata si dia asik juga, dia emang seperti yang aku pengen. So?? What’s next?? Just Friend, Jadian, atau Musuhan?? Pada saat-saat seperti ini nih, terutama sang gadis harus lebih berhati-hati dan jangan sampai terjebak dalam situasi kondisi yang nyaman dan bikin kalian seneng. HATI-HATI!!! Kalo emang ada perasaan, ya mbok diempet dulu (berlaku bagi semua jenis kelamin). Jangan hanya karena uda sama-sama enak aja, cocok, asik, dll trus pas ditembak langsung jadian aja. Baru aja kenal n jalan beberapa minggu udah langsung jadian. Wes-wes nek ngene carane ga heran kalo hubungane ga berjalan lama, masio lama paling Cuma bertahan 1-1,5 th. Hahaha (macak mama lauren nek iki alias sok tau). Intine carilah tau dulu kekurangan sang calon pacar, tahu kekurangan dia jauh lebih baik daripada kita tahu kelebihannya. Dan ini pun tidak membutuhkan proses yang sebentar, minimal 3 bulanlah saling kenal kalo emang kita baru kenal/deket. Kenapa 3 bulan ? orang-orang kerja biasane masa percobaane 3 bulan, ga tau lagi kalo da ganti. Hahhaa.. pokoknya 3 bulan deh, itu bener-bener waktu yang asik untuk memulai sedikit mengetahui apa aja yang telah kita jalani termasuk kenal/deket ama orang.


Biasanya sih, cowok itu awalnya sangat menggebu buat ngejar cewek apalagi mpe awal-awal jadian. Pokoknya service cowok top abis dah. Hal ini tentunya sangat berbeda dgn kaum hawa, yang awalnya sok jual mahal, biasa aja, mpe terjebak kemampuan menjebak si cowok, tetep aja masih biasa aja sebelum cowok itu belum bisa mengambil hati sang cewek dengan sangat sempurna. Disinilah dapat kita temukan kontra grafik perasaan. Dimana disaat cowok tergila-gila, eh si cewek biasa aja tapi giliran si cewek yang tergila-gila, eh si cowok biasa aja. Iya nggak ?? biasanya sih kayak gini, kalo ga biasa yo ga tau pacaran berarti. Hahahaha. Inilah yang penulis namakan kontra grafik perasaan, tapi ga selamanya seperti itu. Kalo ketemunya pas, pasti bisa jalan terus. Kalo belum ketemu, ya usahain buat ketemu biar asoy. Hhihi
Jadi kalo dalam sebuah angka, ketika cowok di angka 10 eh si cewek malah diangka 1 bahkan 0. Tapi disaat si cowok uda bikin si cewek di angka 10 eh si cowok malah diangka 3 bahkan 0. Wahahaha wes bosen pacaran sawangane. Gimana ya mengatasinya??? Ya tiap orang punya cara dan gaya masing-masing dalam menyelesaikan sengketa cintanya (hahaha..opo maneh iki sengketa cinta). Penulis Cuma bisa ngasih saran, terbuka dan jujurlah terhadap perasaan anda dan pasangan anda meski terkadang jujur itu menyakitkan. (mario lawalata bangettt.... salah dink, yang bener mario teguh) hhhihi (terkadang salah itu menjengkelkan)ckckck.

Apa yang terjadi biasane disaat bosen pacaran dan pikiran kita suudzon terus??? Marahan, negative thinking, jalan ma orang lain, selingkuh dan lain sebagainya hingga bikin kita putus dan kadang bikin kita balik lagi. Intine masa jenuh pacaran iku, emosi sama-sama memuncak (hati-hati, emosi dan nafsu biasane jalane bareng) bukan berarti dipuncak kenikmatan lho. Hahhaa

Wajarlah semua itu terjadi jikalau kita smua menganggap kalo hal yang tabu macam grepe-grepe,cipokan,nyupang,ngemut,ngentu,dll adalah hal biasa. Bagi temen-temen yg kurang gaul, biasane bahasa gaule iku koyok kissing,necking,oraling,ML,dll. Haha
Kalo itu biasa, kenapa selingkuh dan hal lainnya yg bikin kita marahan ama pacar juga ga dianggap biasa?? Selama selingkuhnya itu masih dalam batas yang bisa kita toleransi (toleransi menurut anda sendiri, kalo menurut penulis, selama pacar bisa bikin sehat hati yang sakit dan tidak ML dgn slingkuhan), why not??hahaha..

Banyak jalan berliku menuju Roma, kalo mau yang lurus-lurus aja ya silahkan, jadi ilmu dan pengalaman anda ya lurus-lurus aja dan disana-sana aja (iki biasane sing wonge idealis ga karuan or imane kuat). Atau anda mau mencoba jalan lain yang berliku dan tajam tapi tujuane sama dan bisa lama dan bisa juga dekat (ini orang-orang petualang yang ingin tahu segala hal dengan ikut terlibat didalamnya).

Silahkan mau pilih yang mana, anda yang menjalani, sekali lagi penulis ingatkan. Tiap orang punya gaya dan cara sendiri, tulisan ini bukan untuk mengajari atau yang lainnya tp hanya sekedar sharing aja lah, mau diterima ya silahkan mau dikritik ya silahkan.

maap kalo kepanjangan (maunya sih dibagi 2 bagian, tapi takut mengurangi keseruan anda membaca)hhihi

Bab II - Mengapa Pacaran ?

Setelah membahas mengenai pengertian pacaran, sekarang kita memasuki ranah selanjutnya yakni mengapa pacaran? Sebuah judul yang ga menarik n biasa aja tapi kita liat isinya (pasti lebih biasa aja daripada judulnya).. hahaha

Ini mungkin salah satu pertanyaan tidak penting namun perlu kita pikirkan atau kita temukan jawaban dari pertanyaan tidak penting ini. Hhehe

Mengapa Pacaran ? banyak alasan dan jawaban dari pertanyaan ini, namun akan lebih menarik jika kita memahaminya dari sudut pandang yang berbeda. Orang pacaran Karena kebutuhan seksual kah? atau karena gengsi? bisa juga karena iseng aja punya pacar hingga banyak orang nyebut mereka playboy atau playgirl karena keisengan mereka pacaran ampe gonta-ganti bahkan punya pacar lebih dari dua, dan masih banyak alasan dan jawaban lainnya mengapa kita berpacaran.

Orang awam pasti mempunyai jawaban tersendiri atas pertanyaan ini, mengapa anda pacaran? karena saya suka dan sayang ama si dia, karena saya cinta dia, karena saya butuh perhatian, karena saya malu kalo ga punya pacar coz dibilang jadul or ga lakulah, karena fisik dan kepribadian saya oke makanya saya punya pacar (ini tipe orang yang guapleki n keakean model kalo menurut penulis..hhihi), masih banyak jutaan jawaban deh yang bisa kita temuin.

Penulis ingin mencoba mencari sesuatu dari sudut pandang yang lain dari mengapa orang pacaran? Anda bisa menolak, menerima atau mengkritik. Penulis tidak pernah ada maksud untuk menggurui atau menjadi orang yang paling mengerti tentang hal ini, namun penulis hanya ingin mengeluarkan unek-unek yang ada dipikrannya itupun kalo penulis punya pikiran. Hhihi

Beberapa alasan mengapa orang pacaran setelah penulis berdiskusi cukup lama dengan hati nurani serta akal sehat dan jiwa yang kuat, penulis menjabarkan orang berpacaran karena beberapa hal di bawah ini :

1. Berpacaran karena hasrat seksual alias nafsu

Ya tidak sedikit remaja atau sebagian dari kita yang menyalah artikan pacaran seperti yang penulis jelaskan pada bab I mengenai pengertian pacaran. Sebagian dari kita berpacaran sudah pastinya melakukan aktivitas seksual yang katanya anak jaman sekarang adalah hal yang lumrah seperti kissing, petting, necking, oralling bahkan ampe making of love. Nah ini nih yang patut diwaspadai, apakah kalo uda jadi pacar kita boleh gitu? Bahkan tidak sedikit juga cowok atau cewek yang memang mau “begituan” jika uda jadi pacar. Hahahha.. Bahaya alias dangerous tp enak juga, baik kita sadari atau enggak kita telah masuk ke dalam ranah “berpacaran karena hasrat seksual” dan tidak sedikit lho penganut aliran ini dalam berpacaran. Hhihi

2. Berpacaran karena Iseng

Selingkuh dalam berpacaran mah kayaknya juga harus bisa kita katakan sebagai hal yang lumrah jika “begituan” juga menjadi hal yang lumrah dalam berpacaran. Bukan berarti penulis menyetujui akan adanya perselingkuhan dan “begituan” cuma hati-hati dan bermain cantiklah. Hhhehe
Tidak sedikit juga orang yang berpacaran karena isenk, biasanya sih remaja-remaja yang masih mikir fun alias seneng-seneng atau kawan-kawan kita yang masih labil dan suka isenk biasanya tapi ga semuanya juga isenk dalam berpacaran. Berpacaran karena isenk adalah juga salah satu hal yang mungkin jarang kita temui. Karena kita pun ga bisa memahami apa yang ada di benak orang-orang iseng, biasanya sih pacaran cuma dibuat ngisi waktu luang n ada temen buat smsan, jalan, nonton, telpon-telponan ampe “begituan”. Hahaha (napa slalu ada “begituan” di tiap tulisan ini?)

3. Berpacaran karena Gengsi

Kalo yang ini nih yang juga harus kita waspadai, ga peduli baik atau buruk tiap insan pasti punya gengsi atau sekarang lebih beken disebut jaga imej (jaim). Gengsi karena saking perfectnya masa ga punya pacar, atau gengsi karena saking jeleknya masa ga punya pacar juga. Tapi bukan ini yang kita permasalahkan, melainkan sifat pamer kita karena apa yang kita miliki. Gengsi donk kalo punya pacar ga ada sesuatu yang bisa dibanggain dari dia, entah itu hatinya yang buaek ga karuan, pintere ga karuan atau fisiknya yang aduhay atau kekayaannya yang ga karuan. hhihii
Pacar ayu/ganteng, sogeh, pinter, uapikan, dll pst adalah idaman semua orang meski banyak orang bilang “nerima pacar apa adanya and ga liat fisiknya” itu adalah utopia (hanya ada di dalam alam bawah sadar kita.. heheh), namanya pilihan pasti pengennya yang terbaik lah.
Disuatu acara pertemuan atau reuni, pastinya kita membanggakan apa yang kita miliki tak terkecuali pacar kita. Toh namanya manusia pasti haus juga akan pujian meski ga terlalu haus (tidak terlalu pengen di puji), pasti kita akan senang jika ada kawan atau kerabat gita mengatakan di depan pacar kita,”pinter banget kamu milih pacar, cantik/ganteng banget”. Tapi kalo dibelakang pacar pasti uda ganti topik, “oke banget pacarmu, uda ngapain aja ama dia?” hahhaa
Janganlah pacaran dijadikan sebagai ajang gengsi toh pacar kita itu bukan barang, melainkan orang yang emang harus kita sayang dan kita jaga sebisa mungkin. (sok dewasa nek iki)

4. Berpacaran untuk ‘’bertahan hidup’’

Apa hubungane antara pacaran dengan bertahan hidup?? Berkaca dari pengetahuan yang saya peroleh, ternyata bisa dihubungkan antara pacaran dengan bertahan hidup. Teman-teman tolong jangan memaknai bertahan hidup disini secara sempit maupun secara ekstreem. Bertahan hidup disini adalah, dia berpacaran karena apa-apa yang keluar duit selalu pacarnya. Mulai makan, minum, pulsa, nonton dan lain sebagainya selalu pacarnya yang keluar duit. Meski sang pacar juga fun-fun aja melakukan hal ini, namun orang yang bisa dikatakan parasit ini ya mbok gantian mas/mbak kalo masalah finansial, yang adil dan seimbang lah. Pacar duit masih minta orang tua uda dimanfaatin (dieksploitasi) dengan baik, jaman sekarang ga ada gengsi-gengsian. Kalo emang yang cewek ada duit ya ga boleh pelit, begitu pula sebaliknya. Hhihi

5. Berpacaran untuk menjadi insan yang lebih baik

Bajingan juga manusia, yang juga punya hak untuk menjadi orang yang lebih baik. Hhiihi.. ga selamanya berpacaran itu mengundang aura negatif, tidak sedikit juga orang berpacaran agar mereka bisa menjadi lebih baik dari sebelum berpacaran. Pacaran yang kayak gini nih yang asik dan seru meski agak susah (pengalaman pribadi nih.. hhihi), tidak sedikit juga orang berpacaran yang ingin nunjukin kepada lingkungannya bahwa pacaran itu tidak slalu harus “begituan”/seperti yang kita liat di publik area (nyabuk kalo digonceng,berpelukan/berga
ndengan tangan intine yang mesra gitu lah) dan sebenarnya pacaran itu bisa berdampak positif untuk kita semua lho. Bersukurlah kalo kita berpacaran karena ingin menjadi insan yang lebihg baik dan membuktikan bahwa ga selamanya pacaran itu gitu-gitu aja (marahan,seneng-seneng,mesum,perhatian,dll). hehehe
Intinya sebuah perubahan ke arah yang lebih baik lah, entah itu orang yang uda tobat atau orang yang belum pernah pacaran atau orang yang ingin ngebuktiin kalo pacaran is not for fun but for make it everything better.

Beberapa penjelasan di atas mungkin masih jauh dari kata “iya”, namun semua itu adalah beberapa fenomena yang secara kita sadari atau tidak ternyata ada di lingkungan sekitar kita. Tentunya masih banyak jawaban menarik dan nyeleneh dari Mengapa Pacaran?
Sekiranya teman-teman memberikan comment yang asik baik dalam bentuk hujatan maupun tambahan.. hehehe

Masukkan dari anda membantu saya untuk menjadi lebih terbuka dan menambah wawasan saya. Marilah kita bertukar pikiran mupung masih ada wadah dan waktu buat kita sharing. Hhhihi