Tampilkan postingan dengan label IsenK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IsenK. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 November 2014

Masih Muda

MASIH MUDA DI INDONESIA ITU, BIASANYA:
1. FOYA-FOYA
2. MAKSIAT
3. GA PERLU DEKET SAMA AGAMA
4. NONTON KONSER/ARTIS SECARA LIVE ITU ASIK DAN SERU
5. KALO SEMPET YAH BERJUDI BOLA LAH
6. PACARAN: PELUKAN, CIUMAN HINGGA ML ITU WAJAR
7. JARANG BERKUMPUL DENGAN ORANG TUA
8. NGIDOLAIN SESEORANG SAMPE SEGITUNYA :))
9. DUGEM,MABUK DAN NARKOBA JUGA KEREN KATANYA
10. Monggo dilanjutkeun

Image by www.komikfisika.blogspot.com
Beginilah sebagian dari anak muda di Indonesia yang tinggal di kota :)

Sabtu, 01 November 2014

atas nama ......


Sekarang kita hidup di era modern dan demokrasi yang mengagungkan sebuah kebebasan yang kebablasan dan tidak tepat guna bahkan cenderung ngawur -____-

Atas nama demokrasi kalian bebas berkorupsi

Atas nama demokrasi kalian bebas memperlakukan umat manusia

Atas nama demokrasi kalian merasa yang paling benar dan paling berhak akan suatu hal

Pemimpin Negara Demokrasi yang juga hobby perang dan merusak negara orang

Atas nama demokrasi kalian kecam sistem selain demokrasi (katanya menghargai perbedaan dan kebebasan tapi kenapa negara lain yang ga pake demokrasi dianggep salah -__-)

Betapa banyak negeri yang rusak akibat ulah penyakit bernama demokrasi ini? Banyak yang bilang sebaik apapun sistemnya, jika yang ngejalanin ga punya kompetensi atau ga baik toh hasilnya juga g akan baik -_-

Mau sampe kapan kayak gini? Kaum muslim selalu ditindas dan jadi korban

Namun perlu diingat bahwasnnya sistem demokrasi, sosialisme, komunisme, dan ciptaan manusia adalah sistem yang masih dalam ranah manusia dan masih banyak kelemahan dan kesalahan karena manusia ga lepas dan luput dari dua hal ini.

Sistem terbaik menurut saya adalah sistem yang bisa membawa kebaikan untuk manusia baik di dunia maupun akhirat.

Mau tau? Monggo silahkan dipikir sendiri, kalo saya bilang sistem berdasarkan QURAN dan HADITS nanti kalian ga percaya -_-


Kamis, 09 Oktober 2014

MALES

sikap malas itu ga ngasih yang baik buat kita boss


Hari ini (Kamis, 9 Oktober 2014) sempat terjadi diskusi singkat dan menarik antara penulis dengan seorang sahabat. Sahabat penulis, mengeluhkan sikap penulis yang selalu mengajak, mengingatkan dan terkadang "memaksa" anak-anak kos (kebetulan sahabat penulis adalah juragan kos). 

Sahabat penulis yang juga menjadi salah satu sahabat terbaik penulis, agak kurang setuju dengan kata-kata penulis kepada salah satu anak kos yang hendak pergi dengan temannya di kala adzan berkumandang. Sambil tersenyum penulis berujar pada anak kos tersebut seperti ini, "Yok, lagi adzan dhuhur. Jangan berangkat dulu, sholat dulu lah. Kali aja nanti di jalan kamu kecelakaan terus mati kan kita nggak tahu :)"

Kemudian juga dengan sedikit tersenyum anak itu menjawab, "Nanti juga sholat mas di kampus"

Setelah si anak kos berangkat kampus dan selesai penulis dari masjid (Alhamdulillah masih bisa sholat di masjid, moga selalu sholat 5 waktu di masjid Ya Allah. Amin). Sahabat penulis langsung nyeletuk, "Iya had, sholat itu wajib tapi juga ga boleh dipaksa juga lah. Itu urusannya masing-masing dan doamu loh juga ga enak"

Langsung aja penulis meluruskan,"itu bukan do'a, cuma ngingetin aja kalo doain yah beda kata-katanya dan yang pasti do'a itu yang baik-baik" seraya meringis.

Setelah ngobrol panjang lebar dengan sahabat, penulis langsung to the point ke salah sahabat terbaik ini. "Kamu sudah sangat mengerti apa aja itu yang baik dan buruk. Entah itu untuk dunia maupun akhirat. Dan ketika aku tanya kenapa kamu ga mau melakukan yang baik untuk akhirat dan meninggalkan yang buruk untuk dunia dan akhirat, dengan entengnya kamu menjawab MALES"

Tanpa mengurangi rasa hormat dan menganggap diri penulis orang yang lebih baik. Penulis cuman rada menyayangkan aja melihat orang-orang jaman sekarang dan juga di lingkungan penulis. Banyak dari kita yang mempunyai konsep, "SELAGI MUDA/BISA KITA NIKMATIN SEMUANYA AJA DAN BODO AMAT AMA DOSA. HIDAYAH PASTI DATANG, IBADAH GA BOLEH TERPAKSA, TOH NANTI KITA PASTI BERTOBAT (ENTAH KAPAN? YANG PASTI NUNGGU TUA)" 

Kita seakan menyadari dan menyetujui bahwa kita belum beribadah karena kita belum dapat hidayah -,- (coba baca tulisan penulis sebelumnya tentang hidayah) dan kita masih muda (kalo masih muda jadi wajar kalo berlumuran dosa? dan aneh kalo jadi ahli ibadah/surga? -.-)

Pola pikir seperti ini nih yang sudah  merasuki ke kita semua dan banyak terjadi di lingkungan sekitar ktia. Tentunya banyak faktor yang membuat kita (Kita? Kamu aja deh) berpikiran dan bersikap demikian sehingga muncul istilah "islam ktp" (meski terkesan becanda, lama-lama penulis agak kurang setuju dengan istilah ini. ini masalah aqidah bos, jangan dijadiin bahan becanda) hehehe

Kira-kira apa aja sih faktornya? Monggo dipikir sendiri. He.. he.. he... 

Penulis juga masih belajar dan berusaha menjadi kekasih Allah. Yuk mari rame-rame perbaikin hubungan kita ama Allah, semoga kita selalu dalam lindungan-Nya dan menjadi kekasih terbaik-Nya. Amin Allahuma Amin

Rabu, 20 Februari 2013

Kevin Si Dua!!!

Tapin in action

Baru-baru ini ponakan penulis yang ketiga bernama Kevin alias Tapin alias Tapinudin yang berusia kurang lebih 3 tahun, lagi rajin belajar berhitung mulai 1-10. Tapi entah mengapa dia tertarik dengan angka 2 (Dua), dia sangat fasih melafalkan angka ini.

Saking fasihnya, ketika penulis memberikan pertanyaan berhitung meski sulit ternyata Kevin bisa menjawab dengan lantang dan benar (hahahaha). Misal nih, penulis sempet tanya, 1+1, 2-1, 2x1, 10:5, 100-98 bahkan ampe 1000:500 bisa dijawab oleh Kevin dengan sempurna yakni "2" (dua). hahahaha

Bener-bener lucu dan polos anak-anak balita jaman sekarang, kalo jawab suka semaunya sendiri (ga jauh beda ama penulis yang suka nulis semaunya sendiri).

Terkadang penulis suka iri melihat tingkah laku anak kecil yang selalu tertawa, berlari, dan menangis yang tanpa beban. Kapan yah penulis bisa seperti itu lagi? :(( mencoba galau :))


Minggu, 17 Februari 2013

Comeback!!!

Pertama di 2013 (Berasa judul di posting sebelumnya) hihihi. Penulis uda lama ga nulis di sini, sekarang seringnya nulis di sms, twitter, bbm (pas punya bb) dan nulis proposal penawaran untuk costumer (curhat kerjaan) Hahaha

Pada masa-masa sebelumnya, penulis selalu punya fokus mau nulis apa dan itu bisa dilihat dari kategori bacaan yang uda pernah penulis buat. Dulu bisa dikatakan dunia penulis cukup luas seluas samudera hindia yang setia mengapit Indonesia bersama samudera pasifik (berasa pelajaran geografi nih) Hihihi.

Sekarang penulis seakan kehilangan kreativitas dan ide untuk menyalurkan unek-unek penulis dalam blog ini, karena dunia pergaulan penulis yang semakin sempit yakni cuma di Kerja, Basketan di SMA 9 dan ama anak Jawara Surabaya, Kuliah S2, kadang nongkrong ama temen dan ketemu pacar (maklum boss baru jadian, jadi masih anget-angetnya) Hihihi

Mungkin ke depannya, tulisan-tulisan penulis bisa dekat dengan dunia kerja atau pengalaman penulis seperti biasanya. Yah karena inilah yang penulis rasakan, penulis menulis berdasarkan apa yang dirasakan bukan yang dilihat. Opo ae iki. hahahaa

Sekian aja deh dari penulis, yang jelas moga penulis bisa aktif lagi di blog ini. Menulis itu uda jadi sebagian daripada iman bagi penulis, terserah ada yang baca atau ngga tapi yang jelas orang-orang yang suka Googling pasti akhirnya nyasar ke sini. Hahahai

Sorry ga pake poto, inetnya lemot buat nyari poto. Jadi ya tulisan aja deh di posting ini. Hahaha

Jumat, 11 November 2011

Tetap Semangat

TULISAN ini bukan sebuah judul lagu dari Bondan and Fade 2 Black, melainkan sebuah motivasi untuk penulis. Entah mengapa tiba-tiba penulis kehilangan semangat dalam menjalani hidup yang penuh dusta ini. Eaaaaa. Berhubung penulis ini seorang JOMBLO jadi bukan sesuatu hal yang unik jika penulis suka memotivasi diri sendiri orang lain kemudian. Hhihi

Banyak yang ingin penulis raih dalam kurun waktu 2 tahun ke depan, seperti fasih berbahasa inggris, dapet gelar MBA (amin), serta memperoleh pekerjaan/penghidupan yang layak dan tidak lupa memperoleh kekasih pujaan hati (kayaknya ini yang paling susah didapat. hhaha). Terkadang apa yang ingin penulis raih ini justru menjadi beban, mengingat bukanlah hal mudah untuk meraih semuanya. Penulis seakan dihadapkan oleh sebuah tembok besar yang tidak bisa penulis lewati. Namun di balik semua itu masih ada secercah harapan dan kemauan yang cukup keras untuk melewati tembok besar yang mengganggu ini. Eaaa uda kayak iklan aja nih kata-katanya.

Penulis harus
Maju Tak Gentar
Tetap Semangat!!!

Semangat untuk menyongsong hari esok, karena esok akan lebih baik jika kita bisa belajar dari hari kemarin dan hari ini! (wahwah penulis berasa di masa kemerdekaan yang penuh semangat dan derita nih) hhihihi

Kamis, 20 Oktober 2011

19 Oktober + 1

Penulis (kiri) bersama Ricko ketika masih SMA

Alhamdulillah ya kemaren penulis berulang tahun yang ke-23, sesuatu banget rasanya. Menjadi Alhamdulillah dan Sesuatu karena penulis terkontaminasi oleh Syahrini. Hhahaha. Bukan dink, bukan itu, penulis hanya bisa bersyukur karena di usia ke-23 ini penulis masih diberikan kesempatan untuk menjadi lebih baik dan tentunya kondisi yang sehat oleh Allah SWT.

Sekarang emang uda ga tanggal 19 Oktober :( tapi gapapa lah penulis masih sempet menulis beberapa patah paragraf untuk edisi ulang tahun penulis. Kemaren penulis uda bersiap ke Indikasi Corner di Radar Jogja, tak laen adalah untuk numpang ngenet sambil download film. Tapi kenyataan berkata lain, penulis malah melakukan aksi sosial dengan membantu temen-temen indikasi untuk membersihkan ruang kerja mereka. Gapapa lah itung-itung beramal di hari ulang tahun. Hhaha

Akhirnya rencana penulis untuk download film sambil mencari kerja via internet harus dipending karena ga mungkin juga penulis asik internetan dikala ada orang bergotong-royong. Alhamdulillah lagi ketika listrik kantor Radar Jogja mulai padam akibat hujan, semakin sukseslah penulis ga bisa ngenet. Hahaha

Hari ini penulis uda berusia 23th+1hari dan pada hari ini juga merupakan hari yang menarik buat penulis karena penulis bisa nulis tulisan ini. Hahaha. Hari ini kekasih tercinta dari sahabat penulis sedang mengalami usia yang ke-23 layaknya penulis, tepat sehari setelah penulis lahir eh pacar sahabat penulis ikutan lahir dan untungnya kita ga jadi anak yang ditukar karena kita beda jenis kelamin. Hahaha
Hari ini penulis bisa sedikit lega karena beberapa film yang penulis download telah menunjukkan kebolehannya dengan status complete di dalam Internet Download Manager (apaan sih, random banget nih penulis). Hahaha. Bukan sekedar itu, penulis juga mendapatkan film yang penulis cari-cari sejak dari dulu yakni Alangkah Lucunya Negeri Ini dan Gangs Of New York. Benernya penulis bisa aja sih tinggal ke rental CD buat nyewa film, tapi penulis ga mau karena itu tidak diperlukan pengorbanan. Kalo download kan ada seni nya, yakni seni menunggu dan bersabar menunggu download-an yang kadang lambat dan kadang kudu di pause karena beberapa alasan seperti uda bosen ngenet. Hhahaha

By The Way selamat ultah yang ke-23 ya Sonia Ranggita selaku kekasih dari sahabat terkasih saya Ricko Wahyu Wijanarko tidak lupa saya ucapkan selamat ultah untuk penulis yang uda memasuki 23 tahun plus 1 hari per hari ini. Moga kalian semua selalu mendapat kesuksesan dan kesehatan. Amin

Senin, 17 Oktober 2011

Kapan Kerja?

Beberapa minggu terakhir ini sekitar dua mingguan lebih dikit, penulis menghadapi permasalahan yang cukup serius sebagai seorang sarjana yakni mencari pekerjaan. Hhihi. Sebenarnya bukanlah perkara yang sulit untuk memperoleh kerja, menjadi sebuah kesulitan ketika kita sulit mencari pekerjaan yang sesuai dengan hati nurani kita. Wkekeke
Pada akhirnya penulis mengisi hari-hari penulis hanya dengan menonton FTV di salahs satu stasiun televisi swasta pada pukul 10.00 dan 12.30 WIB setelah itu penulis ngacir ke tempat yang mengandung aroma wi-fi agar penulis bisa ngirim-ngirim email ke beberapa perusahaan yang menurut penulis sangat sesuai buat penulis. Benernya banyak yang ga sesuai sih cuma daripada nganggur terus-terusan yauda deh cari kerja apa aja yang penting halal dan gajinya lumayan.
Seminggu setelah pengiriman email ke beberapa perusahaan, ternyata masih belum ada balasa email, sms atau telpon dari perusahaan-perusahaan tersebut. Tapi penulis mencoba untuk stay cool dan berpikir positif bahwa belum saatnya penulis dapet panggilan kerja. Yah, moga aja sekali dapet panggilan langsung kerja dan dapet gaji yang aduhay. Amin
Penulis telah berjanji pada diri sendiri dan orang tua penulis bahwa masa pengangguran penulis akan berakhir pada bulan november dan tidak ada masa tenggang. Menjadi pertanyaan serius ketika kalo uda bulan november masih nganggur terus gimana? Iya juga sih, gimana ya? Hhaha
Pokoknya positif thinking aja dah, Insya Allah bakal kerja secepatnya. Amin

Kamis, 22 September 2011

PAMERAN FOTO PENULIS (zzzzz)

Beberapa waktu ketika masih di Surabaya, penulis banyak menjepret fenomena unik di beberapa jalan di Surabaya. Benernya nggak unik sih, cenderung biasa aja cuma penulis ingin seperti wartawan entertainment yang suka lebay kalo bikin berita. Hhihi

Penulis emang bukan fotografer jadi jangan biasa aja ya ketika ngelihatr karya-karya penulis di bidang fotografi handphone, soalnya njepretnya juga pake kamera hp. hhihi

1. Dolly Tutup?
Salah satu lokalisasi kebanggaan orang Indonesia pada umumnya dan Surabaya pada khususnya ditutup selama bulan puasa, hal ini ditujukan untuk mencegah orang-orang hidung belang yang ingin membatalkan puasanya dengan cara ke lokalisasi. Hhihihi
Foto penulis dapat ketika nemenin kakak lagi nyari berita mengenai aktivitas Dolly selama bulan puasa.
Pengumuman yang tertempel di beberapa wisma dan gapura di sekitar dolly

2. Gambar Unik di Truck
Salah satu ciri khas truck di Indonesia adalah beberapa gambar dan kata-kata yang biasa tertera di bagian belakang maupun samping truck. Kadang gambar dan katanya membuat kita sedikit tergelitik, seperti salah satu yang penulis dapat ini.
Ex Biduan yang malang nian

3. KPK berganti singkatan?
Ketika bicara tentang KPK, pasti perhatian kita tertuju pada satu hal yakni tukang jagal korupsi. Namun KPK di sini beda dengan KPK yang di Jakarta. KPK yang di sini adalah Komunitas Peduli Kremil, Kremil merupakan salah satu daerah di Surabaya yang juga tempat prostitusi namun kualitas psk di sana memang tak sebagus Dolly. Uppss!! Hhhahaha 
KPK - Komunitas Peduli Kremil
 4. Aneka Foto Menarik Lainnya
Salah satu kelebihan orang Indonesia adalah Efisiensi di mana gapapa membawa muatan berlebih dan membahayakan keselamatan orang lain. Hhehe
Menjorok keluar dan berbahaya

Anak tangga yang bisa membahayakan pengemudi di belakangnya

Tidak lupa ucapan terima kasih (suwon) dari supir angkot
 5. Peraturan Keras
Mungkin satu-satunya peraturan paling keras dan tegas di mana beberapa kalangan tertentu mempunyai jam kunjungan. Perhatikan baik-baik aja tulisan dalam foto di bawah ini. 
Anda termasuk yang mana?
SEMUA FOTO DALAM BLOG INI TELAH DILINDUNGI OLEH HAK CIPTA KALO MAU DOWNLOAD/SAVE AS/DLL YA GAPAPA SIH.. HHIHIHI

Rabu, 08 Desember 2010

Hidup Itu....

 Hidup itu dimulai dari kita kecil

Banyak orang yang memaknai kehidupan ini, namun banyak juga yang menjalankan kehidupan ini tidak sesuai dengan makna yang telah diartikan sebelumnya. Apa sih hidup itu? kenapa kita harus hidup jika pada akhirnya kita mati? apa sih kematian itu? kenapa kita harus mati kalo kita bisa hidup?

Sama seperti halnya pernyataan usil di atas, bahwa hidup itu kompleks, adalah sebuah kompleksitas yang memang harus kita lalui. Mengapa kita harus melalui segala kompleksitas itu jika pada akhirnya kita mati? Sia-sia donk proses yang kita lalui selama ini. Ada yang memaknai Hidup ini apa adanya, jadi ya hidup dia juga apa adanya alias nothing special in their life. Ada juga yang memaknai bahwa Hidup ini penuh warna, jadi kehidupannya mereka memang penuh warna dan banyak hal baru yang mereka dapatkan dalam kehidupan ini. Bahkan ada juga yang memaknai Hidup adalah proses menuju kematian, lah kalo yang ini uda mulai memasuki ranah religius kayaknya. Kalo uda tau proses menuju kematian, so pastinya mereka bakal melakukan banyak hal positif yang katanya bisa ngebawa mereka ke surga. Amin. Hehehe

Jadi apa sih sebenarnya arti Hidup menurut kamu?

Kalo penulis mah simple aja, Hidup itu yang jelas bikin semua berasa lebih hidup dan jauh lebih baik. Hehehe

Sabtu, 10 Juli 2010

KKN yang unik

Sebagian Kecil Tim KKN-ku

Akhirnya masa itu telah tiba, sebuah masa dimana mahasiswa terjun langsung ke masyarakat untuk  mengabdi dan mengimplementasikan semua ilmunya selama kuliah kepada masyarakat. Biasanya sih, KKN (Kuliah Kerja Nyata) terjadi di wilayah yang masih tertinggal khususnya wilayah pedesaan yang belum terlalu maju dan wilayah yang mempunyai potensi untuk maju.

Awalnya penulis berencana KKN ke lombok timur bersama teman-teman satu kontrakan juga, perencanaan program, rapat dan lain sebagainya dengan tim yang siap berangkat KKN di lombok timur telah terjadi dengan baik dan benar. Namun sayangnya kurang lebih 2 minggu menjelang KKN dimulai, tiba-tiba kepala bapeda lombok timur yang baru, mengcancel acara KKN. Akhirnya tim yang sudah solid itu terpaksa bergabung dengan tema KKN lain yang telah disiapkan oleh UGM.

Penulis pada awalnya sangat ingin KKN di luar pulau jawa, karena bosan di jawa dan ingin mencari suasana baru di luar jawa. Namun karena gagalnya KKN ke lombok timur, berdampak sistemik pada tema KKN yang akan dipilih oleh penulis. Hehehe

Ketika masa pemilihan tema, penulis menemukan tema yang unik dan menggelitik, yakni "Tertib Lalu Lintas di Kampus UGM dan sekitarnya". Faktor lokasi KKN yang dekat tentunya menjadi pertimbangan penulis, namun penulis juga mempunyai misi pada tema ini, yakni agar penulis lebih tertib lagi dalam berlalu lintas, penulis soalnya hoby banget ngelanggar rambu apalagi ngelanggar lampu merah dan hebatnya penulis nggak pernah ketilang euy. Hahaha

Akhirnya berjumpalah penulis dengan tim KKN tertib lalu lintas, namun hingga seminggu awal KKN, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) belum menampakkan batang hidungnya ke tim KKN tertib lalu lintas. Mendengar cerita dari KKN temen-temen yang lain, DPL selalu ada dan mengarahkan mahasiswa tapi di KKN penulis kok DPL nya malah nggak pernah muncul dan belum ngasih pengarahan sama sekali. Wahwah repot juga nih kalo konsep yang telah dirancang tim tidak sesuai harapan, tami tim tatib lalin tetap yakin jika konsep yang telah dibuat adalah jauh daripada bijaksana. Hahaha

Banyak dari temen penulis yang ketawa ketiwi bahkan menyindir penulis terkait KKN penulis. KKN kok ngatur lalu lintas, KKN kok di kota, dan lain sebagaianya. Hahaha. Penulis hanya bisa tersipu manyun mendengar ucapan teman-teman penulis yang penuh perhatian dan kasih sayang itu.Hehehe
Memang unik aja, ternyata masayrakat di perkotaan masih banyak juga yang belum tertib lalu lintas, maka adanya KKN ini tentunya sangat penting dalam kehidupan masayarakat perkotaan ke depannya. Hahaha

Senin, 28 Juni 2010

Lulus Kuliah Mau Jadi Apa?

 Gini-gini lulusan DOKTOR lho.. Hhaha

Lulus tk jadi anak sd, lulus sd jadi anak smp, lulus smp jadi anak sma, lulus sma bisa kerja atau kuliah bahkan keduanya, nah lulus kuliah mau jadi apa? jadi mahasiswa s2? kalo punya duit n nggak males belajar, mau kerja? kalo dapet kerja. Tapi yang pasti lulus kuliah adalah bekerja entah kerja kayak gimana yang jelas kerja. Hahaha

Kadang bingung juga, apa bener kita kuliah itu cuma buat dapet kerja dengan gaji yang lebih baik daripada yang nggak kuliah? Walah-walah terus ilmu yang didapet semasa kuliah bisa-bisa nggak bermanfaat donk kalo kita asal pilih kerja aja, kayak misalnya nih sekarang uda banyak perusahaan yang cuma butuh S1 segala jurusan dengan IPK minimal 3.00. Salah satu contoh yang paling unik adalah ada salah satu temannya teman penulis yang kuliah di peternakan or pertanian UGM kalo nggak salah, kerja di salah satu Bank terbesar di Indonesia bukan bca lho. hhehe

Apa hubunganya kuliah di peternakan ama bank? mungkin banknya nanti mau buka usaha ternak. hhaha

Penulis juga bingung kalo uda lulus kuliah mau jadi apa? Kuliah di Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan di FISIP UGM, idealnya sih bekerja di Dinas/Departemen Sosial atau jadi Menteri Sosial, kalo di perusahaan kerjanya di CSR (Corporate Social Responsibility), sukur-sukur bisa masuk di HRD perusahaan. Tapi eh tapi, apakah bisa semudah itu dapet kerja? Belum lagi sekarang link/jaringan/kenalan sangat menentukan keberhasilan kita dalam beberapa hal dan salah satunya adalah mencari pekerjaan. Barangsiapa yang punya banyak link, barangkali bisa dapet kerja. Hhehe

Kadang penulis juga nggak mau ambil pusing dengan banyaknya pertanyaan dari kerabat dekat maupun kerabat jauh mengenai kalo lulus kuliah mau jadi apa? Apa karena bukan kuliah di Ekonomi, maka lapangan kerja buat jurusan penulis jadi sedikit? Sarjana ekonomi juga banyak yang nganggur, setidaknya ini menjadi salah satu motivasi penulis dalam persaingan pada dunia kerja nanti. Hahaha

Penulis cuma optimis aja bahwa segala sesuatu yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh kerja keras akan membawa sebuah hasil yang maksimal. Yang jelas, jangan pernah minder atau malu dengan apa yang jadi kekurangan kita, namun tunjukin semua kelebihan dan kemampuan kita. Mantap!!!

Rabu, 23 Juni 2010

Pagi Hari


Pagi, Siang, Sore dan Malam selalu mampir dalam kehidupan kita yang fana ini. Hhehe.

Tapi diantara waktu tersebut, penulis paling menyukai pagi hari dimana pada pagi hari kita bisa menikmati udara yang masih segar dan melihat aktivitas seluruh umat manusia terutama aktivitas di pasar yang ramainya bukan main. Mulai dari pedagang dan pembeli semuanya sudah tersiap di pagi hari. Selain aktivitas di pasar, kita juga dapat melihat para siswa-siswi yang mulai bersiap berangkat ke sekolah dan para pekerja yang juga bersiap untuk bekerja, belum lagi orang tua yang selalu menyiapkan sarapan untuk anaknya. Di pagi hari kita juga bisa melihat orang-orang berolahraga dan tentunya di pagi hari kita juga bisa melihat kemacetan di kota besar kayak Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Jogjakarta. 

Tapi sekarang sudah jarang kita dengerin kicauan burung di pagi hari, yang ada hanya kicauan klakson  kendaraan bermotor dan "kicauan" umat manusia yang terjebak dalam macet. Apakah burung-burung itu sudah malas berkicau karena kicauan mereka kalah oleh kicauan klakson dan umat manusia? Coba kita bertanya pada burung yang bergoyang. Hhehe

Yah, itulah pagi hari. Entah mengapa dibalik semua aktivitas yang dimulai di pagi hari semua terassa begitu indah meski harus diliputi perasaan tak enak  dengan aneka kicauan dan masalah kemarin hari atau kemarin malam yang kurang mengena di hati dan pikiran. Hhaha

Penulis suka bangun dan beraktivitas di pagi hari, karena nggak pengen rejekinya dipatuk ayam. Bukan dink, suka aja memulai aktivitas lebih dulu jadi kita lebih siap untuk memulai hari ini dengan baik jika kita sudah tersiap di pagi hari. Waktu aktivitas kita bisa jauh lebih panjang dan lebih banyak hal yang kita ketahui dan yang pasti kita menjadi lebih dulu dari siapapun yang tidak memulai aktivitas di pagi hari.


Senin, 07 Juni 2010

Jogjakarta, 22 Mei 2010


Banyak orang ingin memperoleh pekerjaan dalam kehidupan ini, tapi banyak orang juga yang membenci pekerjaan mereka. Memang sungguh unik sifat manusia itu, suka mencari dan suka menyia-nyiakannya.
Berawal dari pengalaman seorang teman yang baru saja memperoleh pekerjaan, mereka seakan masih belum siap dengan kehidupan yang baru mereka jalani dan banyak orang bilang itulah kehidupan yang sebenarnya setelah kita lama terkukung dalam dunia pendidikan.
Ternyata ada sebuah pertentangan disini, secara tidak langsung pendidikan telah menyiapkan kita untuk pasar tapi setelah kita diserap/masuk pasar eh ternyata kita malah belum siap. Pendidikan seakan mematikan karakter pesertanya. Status mereka seakan digantung, mau jadi ilmuwan tapi pelajaran yang diterima hanya menghafal, mau jadi tenaga kerja tapi masih belum punya keahlian, mau jadi tenaga terampil tapi belum punya keterampilan dan banyak sekali ketidakjelasan dalam dunia pendidikan kita. Sebenarnya buat apa sih pendidikan di indonesia? Mau kemana arahnya? Yang jelas donk kalo ngadain pendidikan, jangan bisanya cuma bikin bingung.
Cukup disayangkan para lulusan Perguruan Tinggi yang diharapkan menjadi tenaga profesional dalam lingkungan kerja ternyata masih belum siap alias masih menyesuaikan diri lagi dengan perusahaan yang menerimanya. Sehingga produktivitas pun agak berjalan lambat mengingat mereka masih mempelajari dan mendalami lagi pekerjaan/perusahaan mereka. Mereka tidak pernah mendapatkan hal ini selama mereka mengenyam bangku pendidikan dari dasar hingga pendidikan tinggi. Inilah yang dilupakan pemerintahan kita, jikalau mereka memang sengaja menyiapkan kita untuk pasar kerja namun mengapa mereka mengajarkan kita sesuatu yang bertentangan ketika kita masuk ke dalam pasar kerja? Sesuatu yang bertentangan itu adalah kita hanya diwajibkan belajar, menghafal dan berhitung. Kita tidak pernah diajarkan bagaimana mengasah kemampuan emosi dan berfikir kita. Kita terus diajarkan untuk selalu patuh dan tunduk terhadap perintah dimana pada akhirnya kapasitas kita pun tidak lebih baik daripada budak yang slalu tunduk dan patuh terhadap sebuah perintah meski perintah itu pada akhirnya akan membunuhnya.
Akan banyak waktu yang terbuang percuma, disinilah kita harus bisa membenahi segala kelemahan yang ada. Sebuah perusahaan tentunya memikirkan sebuah keuntungan, tidak ada belas kasih dalam pikiran mereka. Yang ada hanya bagaimana agar terus meraup keuntungan, mereka menjalankan sebuah perusahaan tentunya untuk mencari keuntungan. Maka efisisensi dalam bentuk apapun adalah salah satu hal terpenting dalam berjalannya sebuah perusahaan. Sistem organisasi yang hierarki pun menjadi dasar mereka dalam berorganisasi, hal ini ditujukan agar ada perbedaan dalam kedudukan di sebuah perusahaan. Semua tidak sama di mata perusahaan, karena semua mempunyai kedudukan dan fungsi masing-masing yang tentunya saling menopang satu sama lain.
Udah ah, nulis opo iki aku kok ga jelas!!!hhaha
Jogjakarta
Tulisan ini terinspirasi dari ucapan seorang teman di surabaya yang mengatakan jikalau kerja itu tidak enak dan lebih enak sekolah apalagi masa sma. Simple aja, karena menurutnya di sekolah kita masih bisa bermain ama temen2 dan dapet sangu pula. hhehe

Jogjakarta. 21 Mei 2010


Entah apa yang ada di dalam benak teman-temanku baik yang sekontrakan ama aku maupun temanku yang lainnya. Kehidupan seakan hanya ada disaat kita hidup saja, mereka seakan jauh dari kata taat beribadah termasuk aku juga. Tapi setidaknya aku masih mendinglah kalo dibandingin mereka, bukan ada maksud untuk pamer atau apa. Namun memang kalo masalah beribadah, bisa dikatakan aku masih bisa berbangga bila dibandingkan mereka.
Aku juga tidak tahu mengapa? Baik teman yang secara ekonomi telah mapan maupun ekonomi yang pas-pasan kayak aku bahkan ekonomi lemah, mereka kok seakan santai menjalani hidup ini. Tidak ada usaha real baik dalam usaha untuk cepet lulus kuliah atau usaha untuk beribadah. Apa mereka yakin kalo kematian akan masih lama? Hingga mereka bisa sesantai itu? Atau karena mereka juga yakin meski tanpa beribadah aja toh hidup mereka juga uda lebih baik?
Tapi ya udalah, nggak ada gunanya juga aku mikirin mereka. lha wong ibadahku aja masih senin-kamis alias masih bolong-bolong. Ya Allah tolonglah aku supaya selalu dekat denganmu dan bisa melakukan banyak hal positif lainnya. Setidaknya ada konsistensi dan semangat untuk terus dekat kepada-Mu dan melakukan hal-hal yang terbaik dalam hidup ini.
Hidup ini memang masih lama namun akan terasa sia-sia jika aku tidak memperoleh ilmu atau sesuatu di hari-hariku. Ingin rasanya kembali lagi menjadi orang yang berkualitas dalam kehidupan ini. Aku harus semangat dan aku harus menghilangkan rasa malasku ini. Aku sudah mulai kembali rajin membaca dan menulis namun ibadah masih sangat kurang. Aku ingin lebih daripada ini karena aku yakin pasti aku bisa.
Jogjakarta
Tulisan ini ditulis ketika kaget juga pas mau ngajak anak kontrakan jumatan eh mereka malah biasa aja dan pada akhirnya mereka ga jumatan. Entah uda berapa lama kawan-kawanku ini nggak sholat atau nggak jumatan. Tapi ya udalah, aku bisa apa lagi? Kalo uda diajak nggak ada yg mau masa harus dipaksain, ntar mereka beribadah karena terpaksa donk dan akhirnya malah aku yang berdosa. hhehe

Jogjakarta, 12 Mei 2010


 Kakak berasama Anak Pertamanya

Perjuangan Dengan Sang Kakak
Ketika tahun kedua di Jogja pada akhir tahun 2008 sekitar november akhir, Kakakku mencoba mencari peraduan di Jogjakarta. Bersama temannya dia datang ke Jogja untuk mengikuti job fair di UGM dan gagal alias tidak mendapatkan pekerjaan meski telah mengikuti beberapa seleksi dan interview. Akhirnya mereka berdua menggunakan cara klasik dalam mencari pekerjaan, yakni mencari lowongan di iklan baris koran. Mereka menemukan pekerjaan menjadi wartawan di harian yang baru terbit, eh ternyata setelah mencari-cari berita dan lainnya, yang punya koran malah ditindak pidana karena penipuan. Pada awal 2009 teman kakakku memutuskan kembali ke Surabaya, namun kakakku masih tetap di Jogja karena aku mengajak dia mengikuti event di Jogja, setelah selesai event, kebetulan salah satu koran di Jogja memintaku untuk membuat rubrik tentang anak muda dan aku pun mengajak kakakku dan beberapa temanku.
Kita berdua sama-sama kerja menjadi wartawan muda, namun aku juga agak kurang sreg aja dengan penghasilan yang diterima kakakku. Tapi kakakku tetap sabar dan redakturku menjanjikan aan membantu kakakku, hampir 4 bulan lebih akhirnya aku memutuskan mundur dari pekerjaanku karena kuliahku yang keteteran. Kakakku tetap bekerja dan dikasih job tambahan yakni menghandle situs koran tersebut. Dengan harapan nantinya kakakku tidak lagi jadi wartawan tapi dioper ke bagian IT koran tersebut.
Kakakku juga ngontrak bareng aku, kita susah bareng disini dan jarang banget seneng bareng karena kita jarang memperoleh kesenangan secara materi. Hhehe. Namun kita tetap tidak patah semangat menjalani hidup ini, aku tetep fokus kuliah plus nyari tambahan duit dan kakakku tetap fokus bekerja maksi dengan gaji mini. Ahh tak masalah lah, lagian kakakku awalnya juga menikmati dan menunggu kepastian akan dipromosikan. Hampir setahun berlalu, kakakku akhirnya memutuskan mundur dari koran tersebut karena tak kunjung mendapat penghasilan yang sesuai dan promosi yang hanya janji, akhirnya dia kembali lagi ke Surabaya. Cukup sedih juga hati ini, karena masih belum bisa terlalu banyak membantu sang kakak yang sudah berkeluarga dan dikaruniai dua orang anak yang cantik dan lucu. Hubunganku dengan anak-anaknya pun bisa dibilang sangat dekat terutama dengan anaknya yang pertama.
Pada bulan lalu, kakakku terkena musibah yakni ke-2 anaknya diopname di rumah sakit karena terkena demam berdarah. Bingung harus bagaimana karena kondisi keuangan orang tua juga sedang lesu sedangkan kakakku juga masih belum mendapatkan pekerjaan. Akhirnya aku memutuskan pulang ke Surabaya, siapa tau bisa banyak bantu. Biaya yang dikeluarkan ternyata cukup besar juga, hanya bisa untuk membayar anak yang pertama itupun duit dikasih beberapa sodara dan orang tua juga. Sebagai adik pun aku tidak bisa diam saja, aku mencoba minta bantuan ke temen-temenku dan ngejual hapeku. Alhamdulillah untuk biaya si kecil bisa ditanggung dari beberapa duit yang telah aku kumpulkan.
Meski dikenal keras dan semaunya sendiri, aku juga tidak suka melihat keluarga dan kerabat dekatku meraih kesusahan. Selalu ingin membantu dengan segala apa yang aku miliki. Karena itu aku selalu berjanji pada diriku sendiri agar aku menjadi orang yang berhasil dalam kehidpan ini, agar aku bisa berguna bagi orang lain. Karena harta toh tidak dibawa sampai mati, yang penting kebutuhan kita telah tercukupi.

Jogjakarta, 10 Mei 2010


Manusia Adalah ...
Banyak sebutan untuk manusia, selain sebagai makhluk pemikir karena mempunyai otak untuk berpikir, manusia juga bisa disebut sebagai makhluk sosial mengingat manusia tidak bisa hidup sendiri dan harus bergaul dengan lingkup sekitarnya. Masih banyak sebutan untuk makhluk ini, salah satunya adalah manusia sebagai makhluk tugas. Yah, mengingat hampir selalu saja ada tugas untuk manusia dalam kehidupan, entah tugas dalam bermasyarakat atau kehidupan sehari-hari maupun tugas dalam lingkup pendidikan dan pekerjaan.
Jangankan orang yang sekolah dan bekerja, pengangguran pun juga mempunyai tugas dalam menunaikan penganggurannya yakni tugas menganggur. Menganggur adalah tugas daripada pengangguran dan banyak kegiatan lainya yang dilakukan pengangguran yang juga menjadi tugasnya, yakni mencari lowongan pekerjaan. Itulah mengapa manusia menjadi makhluk tugas, semoga tugas-tugas dalam kehidupan kita tidak menjadi beban untuk kita dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik melainkan sebagai motivasi kita untuk terus menggapai apa yang ingin kita gapai dalam mewujudkan kehidupan yanng lebih baik dari sekarang dan selamanya.
Jogjakarta
Tulisan ini terinspirasi dari Ibu seorang teman yang cantik yang saat itu tergolek di rumah sakit karena terkena demam berdarah. Saat itu memang dia sedang berada di Jogja karena ada undangan pernikahan sodaranya, apes bukannya jadi pendamping pengantin eh malah jatuh sakit.
Inspirator : Tante Sofi dan Rere














Jogjakarta, 22 April 2010

Terkadang aku tidak mengerti apa yang sebenarnya ada di dalam benak kerabat terdekatku, aku seakan berada di dalam ruang yang berbeda diantara mereka meski aku berada didekat mereka. Mungkin karena semakin banyaknya pengetahuan yang aku peroleh dan aku menangkap banyak hal yang mengecewakan serta hal-hal yang seharusnya tidak kita jalani seperti saat ini. Sok-sok-an
Dimana kita hanya memikirkan diri kita sendiri dan meraih sebuah materi yang pastinya bisa membahagiakan kita. Namun kita tidak ingin berfikir seluas samudera yang ada di bumi ini, karena hal itu dianggap kurang penting dan tidak bisa meraih sukses.
Sedangkan dengan beberapa kerabat di jogja, ketika kita sedang diskusi. Kita seolah telah pergi dari tahun ke tahun bahkan kita juga bepergian ke masa depan. Kita bepergian dari satu tempat ke tempat lain. Tentu yang bepergian itu adalah pemikiaran dan ide-ide kita ketika diskusi. Hal ini tentunya berebeda dengan kerabat dekatku di surabaya, dimana kita berada dalam dunia nyata yang memang seperti ini adanya.
Inilah dunia, yah inilah dunia. Dimana dunia ini juga ada masalah dan ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk melupakan segala permasalahan ini. Aku seakan menjadi orang yang mempunyai dua pemikiran dalam satu raga. Aku tidak bisa memaksakan ideku pada kerabat terdekatku, toh mereka juga tidak tertarik. Demikian pula sebaliknya ketika aku berada di jogja.

Mengimbangi Kecepatan "Waktu"

Waktu uda nggak mau jalan lagi melainkan berlari, kalo uda lari waahhh cepet banget and nggak ada berhentinya. Entah kudu seneng atau mangkel ngeliat tingkah laku waktu ini? hhehe
Seneng soalnya sudah nggak sabar ngadepin tantangan yang ada di depan mata, mangkel aja kalo kita nggak bisa ngatur nafas and nye imbangin kecepatan waktu. Bagaimana kita ngimbangin waktu yang berlari secepat ini? Yah memang tidak mudah, kalo kita cuma duduk manis dan nonton tv. Yang ada malah membuat kita ditinggal jauh oleh waktu.  
Do Something New and Get What You Want, mboh iki bener opo nggak inggrise? pokoknya gitu lah, lakukan sesuatu yang baru dan dapatkan apa yang kamu inginkan. Melakukan sesuatu yang baru tentunya yang positif dan bermanfaat buat kita, jangan pernah takut gagal atau apalah, takutlah pada keberhasilan karena keberhasilan adalah ujian terberat kita. Ketika berhasil kita harus bisa mempertahanin dan terus ningkatin keberhasilan kita, tapi nggak muda lho.Soalnya bakal banyak saingan yang pengen berhasil juga, belum lagi saingan yang kotor dan cobaan dari Allah SWT. hhehe
 So? Kita mau duduk manis sambil nonton tv atau pintar-pintar bersahabat dengan waktu? Kalo kita bersahabat dengan waktu pasti bakal banyak hal menarik dan bermanfaat yang bisa kita dapat. Bersahabatlah dengan waktu and  Do Something New and Get What You Want!!!
 



Minggu, 09 Mei 2010

Perjuangan Orang Tua


Orang Tua Tercinta Penulis

Siapakah pejuang yang paling hebat dalam kehidupan ini? Menurut hemat penulis, Kedua Orang Tua kita tentunya merupakan pejuang yang teramat hebat dalam kehidupan ini. Perjuangan mereka seakan tiada pernah ada matinya untuk melihat kebahagiaan anaknya. Meski kehidupan tidak seindah harapan, bukan sebuah halangan untuk menampilkan indahnya hidup ini terhadap keluarga.
Penulis memang belum menjadi orang tua, namun melihat perjuangan orang tua, saudara dan teman-teman yang sudah berkeluarga, penulis cukup salut dengan perjuangan mereka untuk anak dan keluarganya. Kasih sayang mereka terhadap keluarganya memang bukan main besarnya, seakan mereka mempunyai kekuatan ekstra untuk mewujudkan sebuah kebahagaian yang masih belum nampak jelas.
Sangat disayangkan jika seorang anak hanya bisa menuntut dan meminta apa yang diinginkannya tanpa melihat kondisi orang tua, orang tua bersedih bukan karena tingkah sang anak namun orang tua  bersedih jika tidak mampu memenuhi tuntutan sang anak. Bahkan ada sebuah ucapan yang tak pernah saya lupakan yakni, “Ketika orang tua kaya, anak akan ikutan kaya. Ketika anak kaya, belum tentu orang tua ikutan kaya.” Orang tua memang tak pernah meminta sejumlah materi atau imbalan dalam bentuk apapun, mereka hanya menginginkan kasih sayang seorang anak terhadap mereka. Setidaknya itulah yang selalu dikatakan orang tua penulis.
Bukan hanya guru yang menjadi pahlawan tanpa tanda jasa, orang tua juga pahlawan tanpa tanda jasa!!! Banyak jasa dari orang tua di Indonesia yang membuat anaknya menjadi orang yang berguna bagi lingkup sekitar dan bangsanya. Kecintaan orang tua terhadap anak memang tiada duanya, sangat disayangkan jika sampai hati kita tidak bisa melakukan sesuatu yang terbaik untuk orang tua kita.