Kamis, 09 Oktober 2014

MALES

sikap malas itu ga ngasih yang baik buat kita boss


Hari ini (Kamis, 9 Oktober 2014) sempat terjadi diskusi singkat dan menarik antara penulis dengan seorang sahabat. Sahabat penulis, mengeluhkan sikap penulis yang selalu mengajak, mengingatkan dan terkadang "memaksa" anak-anak kos (kebetulan sahabat penulis adalah juragan kos). 

Sahabat penulis yang juga menjadi salah satu sahabat terbaik penulis, agak kurang setuju dengan kata-kata penulis kepada salah satu anak kos yang hendak pergi dengan temannya di kala adzan berkumandang. Sambil tersenyum penulis berujar pada anak kos tersebut seperti ini, "Yok, lagi adzan dhuhur. Jangan berangkat dulu, sholat dulu lah. Kali aja nanti di jalan kamu kecelakaan terus mati kan kita nggak tahu :)"

Kemudian juga dengan sedikit tersenyum anak itu menjawab, "Nanti juga sholat mas di kampus"

Setelah si anak kos berangkat kampus dan selesai penulis dari masjid (Alhamdulillah masih bisa sholat di masjid, moga selalu sholat 5 waktu di masjid Ya Allah. Amin). Sahabat penulis langsung nyeletuk, "Iya had, sholat itu wajib tapi juga ga boleh dipaksa juga lah. Itu urusannya masing-masing dan doamu loh juga ga enak"

Langsung aja penulis meluruskan,"itu bukan do'a, cuma ngingetin aja kalo doain yah beda kata-katanya dan yang pasti do'a itu yang baik-baik" seraya meringis.

Setelah ngobrol panjang lebar dengan sahabat, penulis langsung to the point ke salah sahabat terbaik ini. "Kamu sudah sangat mengerti apa aja itu yang baik dan buruk. Entah itu untuk dunia maupun akhirat. Dan ketika aku tanya kenapa kamu ga mau melakukan yang baik untuk akhirat dan meninggalkan yang buruk untuk dunia dan akhirat, dengan entengnya kamu menjawab MALES"

Tanpa mengurangi rasa hormat dan menganggap diri penulis orang yang lebih baik. Penulis cuman rada menyayangkan aja melihat orang-orang jaman sekarang dan juga di lingkungan penulis. Banyak dari kita yang mempunyai konsep, "SELAGI MUDA/BISA KITA NIKMATIN SEMUANYA AJA DAN BODO AMAT AMA DOSA. HIDAYAH PASTI DATANG, IBADAH GA BOLEH TERPAKSA, TOH NANTI KITA PASTI BERTOBAT (ENTAH KAPAN? YANG PASTI NUNGGU TUA)" 

Kita seakan menyadari dan menyetujui bahwa kita belum beribadah karena kita belum dapat hidayah -,- (coba baca tulisan penulis sebelumnya tentang hidayah) dan kita masih muda (kalo masih muda jadi wajar kalo berlumuran dosa? dan aneh kalo jadi ahli ibadah/surga? -.-)

Pola pikir seperti ini nih yang sudah  merasuki ke kita semua dan banyak terjadi di lingkungan sekitar ktia. Tentunya banyak faktor yang membuat kita (Kita? Kamu aja deh) berpikiran dan bersikap demikian sehingga muncul istilah "islam ktp" (meski terkesan becanda, lama-lama penulis agak kurang setuju dengan istilah ini. ini masalah aqidah bos, jangan dijadiin bahan becanda) hehehe

Kira-kira apa aja sih faktornya? Monggo dipikir sendiri. He.. he.. he... 

Penulis juga masih belajar dan berusaha menjadi kekasih Allah. Yuk mari rame-rame perbaikin hubungan kita ama Allah, semoga kita selalu dalam lindungan-Nya dan menjadi kekasih terbaik-Nya. Amin Allahuma Amin

Kamis, 02 Oktober 2014

Tanyain Aja Kenapa???

BACA DENGAN BAIK DAN BIJAK
Sudah tahu sesuatu itu dilarang agama dan bisa menimbulkan efek negatif tapi masih saja dilakukan

Contoh : Hubungan sesama jenis, minum alkohol, berjudi, sex bebas, korupsi, dan banyak contoh lainnya yang biasa kita temukan dalam keseharian kita.


Yuk lebih giat lagi deket ama ALLAH SWT

SUDAH TAHU SESUATU ITU DIWAJIBKAN DAN MENIMBULKAN EFEK POSITIF TAPI MASIH SAJA BELUM BAHKAN TIDAK DILAKUKAN!

CONTOH : SHOLAT, ZAKAT, PUASA, MENGAJI.

Senin, 29 September 2014

PACARAN...

Picture By Google


Pacaran, Jadian, In a Relationship, dan banyak istilah lainnya jika kita menggambarkan seorang lelaki dan wanita bersatu dalam sebuah hubungan yang lebih dekat, lebih intens, lebih dalam dan 'terjebak' dalam jalinan kasih asmara :))

Banyak dari masyarakat kita atau mungkin termasuk kita yang menganggap biasa mengenai pacaran ini. Pacaran menjadi hal yang lumrah bahkan menjadi sebuah keharusan/kewajiban untuk para remaja mulai anak SMP hingga pegawai kantoran/pengusaha yang tak kunjung punya pasangan hidup. (miris amat boss)

Yah mungkin banyak orang tua memperbolehkan anaknya pacaran karena masih belum mengetahui apa aja yang sudah anaknya lakukan dengan pacarnya? Tau mereka cuma anaknya jalan-jalan ke mall, nongkrong, makan, dan nonton. Tapi yah namanya juga anak, sejujur-jujurnya dan sebaik-baiknya seorang anak toh masih ada aja yang dia "sembunyikan" dari kedua orang tuanya, termasuk apa aja yang sudah mereka "lakukan" dengan pacarnya. Hihihihi monggo ditebak sendiri :))

Awalnya penulis juga orang yang sangat pro terhadap pacaran dan pacaran menjadi sebuah moment di mana kita lebih bisa menghargai orang yang kita sayangi, saling memahami satu sama lain dan proses untuk sama-sama berubah menjadi orang yang lebih baik. NAMUN FAKTANYA KALO DIPROSENTASI'IN GA LEBIH DARI 20% ATAU MUNGKIN CUMA OMONG KOSONG. KARENA 90% ORANG PACARAN UDAH PASTI PUTUS dan MINIMAL PERNAH KISSING (nah kalo uda gini bakal lanjut nih ke yang lainnya).

DAN SISANYA YANG GA PUTUS LANJUT AMPE NIKAH BUT NOTHING SPECIAL IN THEIR LIFE (mungkin spesialnya cuma menjalin hubungan dengan orang yang sama dengan jangka waktu yang cukup lama) JUST MARRIED AND HAVE A NEW FAMILY (MAYBE THIS IS THE SPECIAL MOMENT FOR THEIR LIFE).

Pacaran yang pasti adalah mulai terbukanya pintu maksiat. Ini nih yang pasti terjadi kalo orang uda mulai pacaran, karena ngerasa udah pacaran mereka berhak untuk berpegangan tangan, berpelukan, bahkan parahnya mereka juga menghalalkan ciuman hingga berhubungan badan layaknya suami istri. Astaghfirullah ampuni kami Ya Allah dan jadikanlah kami orang yang bertobat dari perbuatan zinah dan perbuatan dosa lainnya. AMIN

Tidak memiliki pacar bukan berarti kiamat atau kita ga laku, pacaran cuman sms/chat/telponan atau apel ke rumah tanpa adanya sentuhan fisik bukan berarti ga ada yang istimewa. Pointnya adalah pacaran adalah salah satu pintu menuju kemaksiatan, mungkin ga ada masalah bagi yang berpacaran tanpa maksiat tapi alangkah baiknya jauh-jauh deh ama yang namanya pacaran. Kalo emang suka ama orang cukup menjalin hubungan dekat aja dan langsung aja diajakin kawin biar ga pacaran terlalu lama dan jauh-jauh deh dari maksiat.

Kamis, 18 September 2014

Hidayah? Ditunggu atau Dicari?

Hidayah Bukan Sesuatu Yang Ditunggu

Ketika seseorang berubah menjadi lebih baik dalam segala hal apalagi ibadahnya, langsung kita semua berujar "Enak yah kamu uda dapat hidayah". Dari ucapan ini, seakan memperjelas bahwa hidayah adalah sesuatu yang "diberikan" dan hanya perlu ditungggu pasti akan datang pada waktunya. Ini nih yang rada bahaya, AJAL TIDAK MENUNGGU KITA DAPAT HIDAYAH BOSS!!!

Sebuah pola pikir dan pandangan yang keliru jika kita masih berkeyakinan bahwa Hidayah adalah "give" yang akan datang dengan sendirinya tanpa adanya upaya pencarian dari kita. Allah kasih kita akal dan waktu, sejauh mana kita mau mempergunakan akal dan waktu kita untuk sesuatu yang baik atau minimal mencari kebaikan dan kebenaran.

Hidayah itu adalah petunjuk, dan ga perlu repot-repot menunggu atau mencari Hidayah karena salah satu hidayah terbesar umat muslim adalah Quran dan Hadist. Quran malah menjadi salah satu mukjizat dari Allah untuk Rasulullah dan pengikutnya.

Hidup itu ibarat kita sekolah yang punya aturan, di sekolah kita uda ditentukan berada di kelas apa dan memakai seragam apa. Apa jadinya kita tidak mentaati aturan sekolah? Kita masuk di kelas yang salah, kita sekolah dengan seragam yang salah, dana membawa buku pelajaran yang salah? Sanksi/hukuman akan menanti kita.

Sama halnya dengan umat muslim, aturan kita adalah Quran dan Hadist. Namun masalahnya banyak dari kita, termasuk penulis masih belum mentaati aturan ini secara penuh karena masih terus berusaha mentaati dan mungkin ada yang beberapa kita masih acuh dengan aturan ini. Astaghfirullah, ampuni kami Ya Allah dan tunjukkanlah kami jalan yang lurus di jalan Mu.

Yuk mari ga perlu nunggu hidayah buat menjadikan diri kita lebih baik dan lebih dekat dengan Allah. Cukup kita ikuti saja aturan Nya dengan menjalankan segala perintah Nya dan menjauhi larangan Nya.

Jika kita bisa mentaati aturan yang dibuat manusia, sudah tentu kita wajib dan terus berusaha mentaati aturan yang dibuat oleh Allah? Amin Allahumma Amin

Mudahkan kami dalam mendekatkan diri pada Mu, dan jauhkan kami dari siksa api neraka Mu.

PEMIMPIN ITU....



Pemimpin Hanya Satu dan "Istimewa"

Coba sejenak anda renungkan dan bayangkan sosok seorang pemimpin. Bayangkan pemimpin yang pernah anda ketahui, temui, kenal, benci, dan pemimpin yang paling ideal menurut anda. Jika sudah membayangkannya, mari kita pikirkan apakah benar pemimpin seperti itu?

Satu hal yang pasti, pemimpin dalam benak kita selalu identik dengan power, kekuasaan, kemewahan, kualitas, kapasitas, panutan, dan mungkin masih banyak hal lainnya. Menjadi seorang pemimpin adalah sebuah tanggung jawab besar karena kita menerima dan menjalankan sebuah amanah yang tidak hanya diberikan oleh manusia namun Allah 'azza wa jalla.

Menariknya di Indonesia, banyak orang baik dalam level perusahaan hingga pemerintahan yang berebut menjadi pemimpin dengan harapan mendapatkan kesempatan ekonomi yang lebih baik dan juga power serta kekuasaan tentunya. Karena atas dasar inilah para calon pemimpin rela melakukan segala cara bahkan sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai agama seperti suap, memfitnah calon lawan pemimpin, menyebarkan kebohongan, ingkar janji, dan melakukan kebaikan bukan atas dasar keikhlasan. Astaghfirullah, semoga kami tidak termasuk calon pemimpin yang demikian Ya Allah.
Beginilah Pimpinan Pilihan Rakyat (Baca: Wakil Rakyat)

Mungkin karena hal ini juga negeri Indonesia belum bisa menjadi negeri yang makmur dan sejahtera, kemiskinan masih merajarela, korupsi masih tinggi, pejabat negara tertangkap KPK, pendidikan masih kurang merata bahkan tertinggal secara kuantitas dan kualitas oleh Malaysia, serta masalah sosial lainnya.

Sungguh sangat disayangkan, sebuah negeri yang mengaku beragama dan berbudaya namun para pemimpin dan mungkin juga rakyatnya seakan hidup jauh dari nilai-nilai agama dan budaya yang banyak mengajarkan segala kebaikan dan kasih sayang dalam kehidupan.

Jumat, 12 September 2014

BERSYUKUR


Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Ayat tersebut akan selalu kita temui dalam Q.S Ar Rahman. Hanya terdiri dari beberapa kata dan hanya 1 kalimat, namun maknanya sungguh sangat dalam jikalau kita kembali mengingat nikmat apa saja yang diberikan oleh Allah kepada kita.

Kita sebagai manusia terkadang bahkan sering "lupa" atas segala hal yang telah kita dapatkan dalam hidup ini. Kita hanya bersyukur ketika kita dapat nilai bagus, dapat bonus, diterima di sekolah/perguruan tinggi favorit, selamat dari kecelakaan, bisa makan di tempat mahal, dapat pasangan yang menyenangkan, dapat pekerjaan dengan gaji besar, menjadi juara, dan lainnya yang semua itu yang bisa dirasakan panca indera kita secara "nyata" dan juga dapat dilihat/dirasakan oleh orang lain.

Namun kita melupakan satu hal terpenting yang harus kita syukuri dalam kehidupan ini, yakni kita masih HIDUP SECARA UTUH. Itu berarti kita masih bisa bernafas, berjalan, berbicara, mendengar, bersosialisasi dan masih memiliki tubuh yang sempurna. APALAGI JIKA KITA MASIH MENJADI ORANG YANG BERTAQWA. 

SUBHANALLAH sungguh besar kasih sayang dan nikmat yang diberikan oleh Allah kepada kita. Marilah kita rajin bersyukur atas segala yang diberikan Allah kepada kita dan sudah kewajiban bagi kita untuk mengabdikan hidup kita pada Allah dengan menjalankan perintah Nya dan menjauhi larangan Nya.

Lalu bagaimana dengan orang-orang yang ga bertaqwa tapi hidupnya masih adem ayem dan enak aja tuh berasa ga ada masalah. Malah mereka hidupnya lebih bahagia dibandingkan orang yang bertaqwa?

Pertanyaan seperti ini selalu muncul di mana saja dan kapan saja ketika kita membahas persoalan seperti ini.

Apakah bahagia itu hanya hidup mewah, tidak kekurangan, banyak teman, semua urusan lancar tanpa harus bertaqwa? Okey bagi orang yang tidak memiliki sebuah keyakinan beragama mungkin hal ini adalah sempurna.

Namun apakah demikian bagi kaum MUSLIM? Anda sendiri yang dapat menjawabnya.

Kamis, 07 Agustus 2014

Ikhlas, Bersyukur, Bersabar dan Berusaha

Sejenak Kita Menikmati Pantai dan Menikmati Kehidupan Kita
Hingga bulan Agustus 2014, penulis memasuki pengalaman di mana penulis harus lebih banyak belajar mengenai Ikhlas, Bersyukur, Bersabar dan Berusaha. Penulis meyakini tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini, apa yang telah kita lakukan dan kerjakan akan selalu membawa banyak manfaat dan pelajaran untuk kita.

Tetap kuatkan iman dan yakin Allah tidak akan memberikan cobaan yang tidak mampu dilewati oleh hamba-Nya seperti yang tercantum dalam Q.S Al Baqarah 286. 

Allah selalu menyayangi kita semua dan selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Jangan pernah menyalahkan atau merasa sia-sia dengan apa yang telah kita lakukan/dapatkan, namun belajar dari pengalaman dan tetap berusaha melakukan yang terbaik.

Jumat, 10 Mei 2013

JENUH!!!!

Pernah ngga sih kita bener-bener ngerasain bosen dan jenuh dengan rutinitas dan aktivitas kita sehari-hari? Seakan kita ngelakuin hal yang sama tiap harinya dan selalu nemuin sebuah masalah yang kadang bikin kita dan orang sekitar kita kecewa.

Mungkin ini bagian daripada hidup ya, selalu ada cerita menarik yang harus kita nantikan. Entah itu ngebosenin atau ngga, toh tetep kudu kita lewatin. Sempet nih kepikiran, kayaknya semua orang bakal ngelewatin fase ini. Fase di mana kita uda mulai bosen dan jenuh dengan rutinitas kita.

Masalahnya, kedepannya kita kudu ngapain biar ngga terus-terusan dalam kondisi kayak gini? Ngga enak banget sih rasanya. Semangat aja ngga cukup buat ngarungin luasnya samudera kehidupan ini :)) (Hahaha mulai rada lebay nih)

Hidup itu emang ngga cuma dipikirin, tapi juga dijalanin. Sejauh mana kita berjalan dalam kehidupan ini, sejauh itu pula kita bisa mengerti apa yang kita raih. Hidup itu emang ngga mudah mas/mbak pembaca setia blog ini (emang ada yang baca? rada narsis dikit gapapa lah. hihihi)

Emang yang bener itu hidup adalah progres dan kesabaran. Ke depan kita harus bisa menjadi lebih baik dari sekarang, dan untuk meraih itu semua kita juga butuh kesabaran. Tidak ada sesuatu yang instan dalam hidup ini yang bisa bikin kita jadi lebih baik. Semua itu ada prosesnya, tahap demi tahap. Kenapa harus ada proses? Proses itulah yang bisa bikin kita jadi lebih baik, namun terkadang manusia ngga mau proses dan pengennya yang instant mulu. 

Minggu, 31 Maret 2013

Bersyukur dan Ikhlas

Gini nih bentuk emote orang yang suka bersyukur dan ikhlas
Banyak orang di hidup ini, termasuk kita yang mungkin masih merasa kurang dan tidak pernah bisa menerima dengan apa yang kita dapat/miliki. Kita selalu ingin lebih dan lebih, entah itu dalam urusan punya barang, uang ataupun pasangan :))) (kalo ini bisa gawat)
Kita selalu mengeluh seakan kita tidak pernah bersyukur, dan ketika berbagi masih ada aja hitung-hitungan takutnya pas berbagi eh malah kita ga kebagian (hahaha pengalaman pribadi ya?)
Sifat dasar manusia emang seperti itu, selalu merasa kurang dan tidak pernah merasa puas. Padahal menurut hemat penulis, salah satu kunci hidup bahagia itu adalah selalu bersyukur dan ikhlas dalam menjalani hidup ini. Penulis memang bukan motivator kayak mario teguh atau motivator muda lainnya yang banyak bermunculan di tipi. Penulis cuma orang biasa yang juga pengen jalanin hidup ini penuh kebahagiaan dan perjuangan (rada lebay tapi boleh juga nih kata-katanya) hahaha
Kenapa kita harus bersyukur? Ini semua orang mungkin juga uda tau jawabannya. Semakin sering bersyukur berarti kita sudah merasa berkecukupan dan tidak kekurangan. Selain itu, Insya Allah orang yang pandai bersyukur, nikmat kita dalam kehidupan ini akan terus bertambah dan berkualitas.
Kenapa kita harus ikhlas? Ikhlas itu juga bikin kita sadar, apa aja yang kita miliki sekarang ini semuanya cuma titipan dari Allah. Mulai harta sampai keluarga, semuanya cuma titipan, ga dibawa mati dan pastinya kita bakal kehilangan itu semua :). Yang dibawa mati cuma ibadah, amalan dan ilmu yang bermanfaat selama kita hidup di dunia fana ini (kalo ada yang kurang tepat, maapin penulis ya). Ikhlas itu ya kita melakukan segala sesuatunya karena Ibadah dan hanya mengharapkan ridho-Nya, bukannya kita pengen dicap orang baik dan ringan tangan kayak politikus yang selalu baik menjelang pemilu :))
Jadilah orang yang pandai dalam bersyukur dan selalu ikhlas dalam menjalani kehidupan ini, tapi tetap jangan lupakan usaha dan berdo'a apalagi mohon do'a orang tua :)
Bersyukur itu bikin kita tidak pernah merasa kurang, ikhlas itu bikin kita makin kuat dalam jalanin hidup ini. Meski ga mudah, moga kita termasuk orang yang pandai dalam bersyukur dan ikhlas dalam kehidupan yang makin ngawur ini. hahahaha

Jumat, 29 Maret 2013

Bukan Besar atau Kecil

Inilah masa keci penulis yang penuh tawa dan masalah
Sewaktu kecil, penulis merupakan anak yang super bandel. Meski banyak bikin orang sebel dan menganggap penulis sebagai biang masalah namun masih ada beberapa sodara (yang terkenal jahat/judes) yang masih sangat baik dengan penulis. Mungkin karena mereka melihat kedua orang tua penulis dan bisa juga karena mereka memahami penulis yang masih anak-anak serta masih mempunyai batas kenakalan yang wajar. 
Sekarang penulis juga uda bukan anak kecil yang dulu bandel banget, dan penulis masih inget jasa dan baiknya sodara-sodara penulis itu. Bukannya pamrih atau apalah, penulis cuma ingin "balas budi" aja dengan mereka yang pernah ada di masa kecil penulis yang penuh canda dan masalah (hahaha). 
Tentu ada hal lain yang bikin penulis mengingat kebaikan mereka, yang perlu diingat adalah sodara-sodara penulis yang baik dengan penulis itu bukan sodara dari kalangan orang yang secara ekonomi mapan atau berlebih dan ada juga yang sudah 'berumur' penjual nasi kuning bahkan dia hanya seorang janda yang  dikaruniai satu orang anak.
Mereka memang tidak pernah memberikan penulis sesuatu yang mewah atau uang dalam jumlah yang banyak. Mereka hanya memberikan penulis makan dan sikap yang 'berbeda' dikala banyak sodara yang sangat jengkel dengan perilaku penulis ketika masih kecil yang emang bandel banget. Itulah yang selalu penulis ingat hingga kini, dan penulis juga menyadari ternyata mereka memang ikhlas bersikap seperti itu ke penulis.
Allah telah ngasih pelajaran baru ke penulis, bukan pertolongan/kebaikan yang kecil/besar melainkan lakukanlah sesuatu itu yang ikhlas dan penuh kasih sayang yang pastinya semua itu karena Allah. Ikhlas itu ya memang kita pengen berbuat baik, bukan tanpa embel-embel apapun. Bukan karena ga enak sama si ini sama si itu, tapi emang kita pengen aja berbuat baik. Insya Allah orang yang merasakan kebaikan kita akan selalu mengingatnya. Setidaknya itulah yang penulis alami saat ini, semoga kita semua selalu mengingat kebaikan seseorang dan bisa berbuat seperti itu ke siapapun. 

Rabu, 20 Februari 2013

Kevin Si Dua!!!

Tapin in action

Baru-baru ini ponakan penulis yang ketiga bernama Kevin alias Tapin alias Tapinudin yang berusia kurang lebih 3 tahun, lagi rajin belajar berhitung mulai 1-10. Tapi entah mengapa dia tertarik dengan angka 2 (Dua), dia sangat fasih melafalkan angka ini.

Saking fasihnya, ketika penulis memberikan pertanyaan berhitung meski sulit ternyata Kevin bisa menjawab dengan lantang dan benar (hahahaha). Misal nih, penulis sempet tanya, 1+1, 2-1, 2x1, 10:5, 100-98 bahkan ampe 1000:500 bisa dijawab oleh Kevin dengan sempurna yakni "2" (dua). hahahaha

Bener-bener lucu dan polos anak-anak balita jaman sekarang, kalo jawab suka semaunya sendiri (ga jauh beda ama penulis yang suka nulis semaunya sendiri).

Terkadang penulis suka iri melihat tingkah laku anak kecil yang selalu tertawa, berlari, dan menangis yang tanpa beban. Kapan yah penulis bisa seperti itu lagi? :(( mencoba galau :))


Minggu, 17 Februari 2013

Comeback!!!

Pertama di 2013 (Berasa judul di posting sebelumnya) hihihi. Penulis uda lama ga nulis di sini, sekarang seringnya nulis di sms, twitter, bbm (pas punya bb) dan nulis proposal penawaran untuk costumer (curhat kerjaan) Hahaha

Pada masa-masa sebelumnya, penulis selalu punya fokus mau nulis apa dan itu bisa dilihat dari kategori bacaan yang uda pernah penulis buat. Dulu bisa dikatakan dunia penulis cukup luas seluas samudera hindia yang setia mengapit Indonesia bersama samudera pasifik (berasa pelajaran geografi nih) Hihihi.

Sekarang penulis seakan kehilangan kreativitas dan ide untuk menyalurkan unek-unek penulis dalam blog ini, karena dunia pergaulan penulis yang semakin sempit yakni cuma di Kerja, Basketan di SMA 9 dan ama anak Jawara Surabaya, Kuliah S2, kadang nongkrong ama temen dan ketemu pacar (maklum boss baru jadian, jadi masih anget-angetnya) Hihihi

Mungkin ke depannya, tulisan-tulisan penulis bisa dekat dengan dunia kerja atau pengalaman penulis seperti biasanya. Yah karena inilah yang penulis rasakan, penulis menulis berdasarkan apa yang dirasakan bukan yang dilihat. Opo ae iki. hahahaa

Sekian aja deh dari penulis, yang jelas moga penulis bisa aktif lagi di blog ini. Menulis itu uda jadi sebagian daripada iman bagi penulis, terserah ada yang baca atau ngga tapi yang jelas orang-orang yang suka Googling pasti akhirnya nyasar ke sini. Hahahai

Sorry ga pake poto, inetnya lemot buat nyari poto. Jadi ya tulisan aja deh di posting ini. Hahaha

Senin, 18 Juni 2012

D or R?

D dan R adalah sebuah Inisial penting dalam BBM




Blackberry Messenger (BBM) (yang punya BB tentunya) bener-bener uda jadi candu buat masyarakat Indonesia. SMS (Short Message Service) yang dulu sempet jadi candu anak-anak muda di Indonesia (yang punya hape tentunya) kini uda berasa jadul dan hanya dilakukan oleh beberapa kalangan tertentu. Hiks :(

Siapapun yang pernah dan masih pake Blackberry, pasti doyan banget ama yang namanya BBM kan fungsi utama semua umat beli BB adalah untuk BBM-an. Hmmm Hauft. 

Diakuin atau ga salah satu hal yang paling meresahkan ketika chat via bb adalah tanda yang chat yang telah kita kirm ke teman kita. Apakah hanya sebuah tanda centang? tanda centang dengan huruf D di atasnya? atau tanda centang dengan huruf R di atasnya?

Lebih meresahkan lagi adalah apa yang akan terjadi berikutnya setelah aneka tanda itu muncul? Apakah harus menunggu lama untuk menantikan sebuah balasan bbm atau keep on R (hahaha alias mek tetep R tapi g dibales)? atau tetep tanda centang dengan huruf D? kasian amat.

Siapapun pasti punya pendapat yang berbeda dengan D atau R dalam BBM. Ada yang lebih suka D, dan ada suka yang R. Pastinya smua punya alasan yang kuat kenapa mereka menyukai chat bbm nya cukup di D atau R tapi semuanya lebih suka di B alias diBales. Hahaha

Silahkan deh lebih suka yang mana, kalo penulis sih jujur-jujuran lebih suka di D meski berhari-hari tetep gitu -gitu aja. Hahahaha miris amat boss

Minggu, 17 Juni 2012

Bing Ngung

Kenapa kita harus bingung? Kebingungan itu selalu muncul di saat yang g pernah tepat, baik disaat kita dihadapi dengan pilihan yang sedikit maupun pilihan yang sangat banyak. Wkekekek

Yah ga tau aja kenapa penulis harus bingung ama sebuah pilihan, padahal ga pililhan apapun yang harus dipilih oleh penulis. Hahaha. Akhir-akhir ini penulis rada galau aja ama kerjaan, kuliah, hobby yang semuanya penulis suka. Tapi hobby uda penulis tinggalin sejak penulis berhasil nemenin SMAN 9 Surabaya jadi juara DBL East Java 2012. (sombong dikit aahhhhh) wiihihi

Tauk ah, 3 bulan yang lalu penulis sempat menulis tentang manisnya si manis, nah si manis skarang jadi temen yang baik bagi penulis dan mempunyai seorang kekasih yang memang layak untuk si manis yakni mantannya. Wkekekek. Terus apa hubungannya boss???? Hahahaha

Alhamdulillah sekarang fokus penulis cuma di dua hal aja, yakni kerjaan ama kuliah. Hobby nya sayonara dulu deh, karena penulis ingin kembali menata sebuah masa depan yang baik dan benar menurut penulis. Hahaha

Udaah ahhhh ga tau mau nulis apa lagi, ntar aja nulisnya kalo ga ngantuk. Hahahaha

Minggu, 25 Maret 2012

Pertama di 2012

Halo 2012, sungguh menyenangkan bisa menyapa tahun ini di bulan maret. Baru kali ini juga penulis bisa lagi nulis di blog skalian ngedit tampilan blog agar lebih terang dibaca dan ga bikin orang-orang pusing kalo baca dengan background gelap. hehehe

Penulis masih bersukur meski di awal tahun ini penulis dikasih aneka macam cobaan ama Allah SWT namun penulis tetep semangat dan ga mau nyerah gitu aja. Karena penulis yakin cobaan dari Allah, kudunya bisa bikin penulis makin kuat dan menjadi orang yang lebih baik. Cobaan dari Tuhan itu pasti penuh manfaat dan happy ending jika kita menyikapinya dengan bijak dan kesabaran (wusssssss ngomong opo toh iki) hahhaha :))

Semoga di tahun ini di tengah kesibukan kerjaan, kuliahan dan cangkrukan tetep bikin penulis makin kreatif dan semakin rajin dalam membaca, berdiskusi dan menulis. Amin

Senin, 05 Desember 2011

Kali Kedua!!!

Ga Jadi Deh Jaga Klontongan
Resah, sedih, gundah, dan gelisah mengiringi langkah penulis dalam beberapa hari ini. Hahaha. Semacam menjadi galau gitu deh. Untuk kali kedua penulis melepas sebuah pekerjaan yang 'kayaknya' uda cocok banget ama penulis dan proses masuknya lumayan sulit sih bagi penulis karena ada sesi interview bahasa inggris. Hadouw kenapa sih semuanya kudu pake bahasa inggris? Tapi Alhamdulillah bahasa negeri ini masih bahasa indonesia, ga kebayang deh kalo diganti bahasa inggris dan sholat/ngajipun pake bahasa inggris x_x. Apaan sih? Random banget nih penulis! lagi galau ya? hhaha
Begini ceritanya, bulan november lalu penulis itu ikutan seleksi buat kerja di MT-Superindo. Nah aneka macam tes telah penulis lalui dengan sempurna hingga pada akhirnya penulis dinyatakan lolos dan diterima di MT-Superindo. Hingga akhirnya pada 1 Desember 2011, penulis uda ngantor tuh di Menara Bidakara 2 di Jakarta, tempetnya deket tugu pancoran. Namun sayangnya penulis harus rela melepaskan pekerjaan tersebut, karena dalam pekerjaan penulis tidak bisa disambi kuliah (mengingat penulis baru aja menempuh program mm ugm).

Meski sebatas menjadi asissten manager sebuah supermarket, tapi penulis uda nemuin feel nya dan dalam hati bergumam, 'cocok banget nih ama aku'. 'Tai sudah disiram air' alias ya semua uda terlanjur dan terjadi, jadi ya penulis lagi-lagi harus melepas sebuah pekerjaan yang tinggal penulis kerjakan di jakarta untuk kali kedua.

Sekedar ngingetin aja nih, gini-gini dulu penulis pas baru lulus kuliah juga ketrima loh di MNC dan Okezone. Tapi penulis ga jadi kerja di sana gara-gara uda dapet kerja di Surabaya. Secara penulis masih cinta ama Surabaya. Hehehe

Yauda deh sekarang penulis kembali mencari pekerjaan sembari tiap jumat malam berangkat ke Jogja untuk menuntut ilmu keesokan harinya di MM UGM. Apapun deh, semoga penulis segera dapet kerja dan kuliah juga lancar, ga tega nih liat ortu yang gundah liat penulis menjadi semacam pengangguran berkedok S2. Hhaha

Jumat, 11 November 2011

Tetap Semangat

TULISAN ini bukan sebuah judul lagu dari Bondan and Fade 2 Black, melainkan sebuah motivasi untuk penulis. Entah mengapa tiba-tiba penulis kehilangan semangat dalam menjalani hidup yang penuh dusta ini. Eaaaaa. Berhubung penulis ini seorang JOMBLO jadi bukan sesuatu hal yang unik jika penulis suka memotivasi diri sendiri orang lain kemudian. Hhihi

Banyak yang ingin penulis raih dalam kurun waktu 2 tahun ke depan, seperti fasih berbahasa inggris, dapet gelar MBA (amin), serta memperoleh pekerjaan/penghidupan yang layak dan tidak lupa memperoleh kekasih pujaan hati (kayaknya ini yang paling susah didapat. hhaha). Terkadang apa yang ingin penulis raih ini justru menjadi beban, mengingat bukanlah hal mudah untuk meraih semuanya. Penulis seakan dihadapkan oleh sebuah tembok besar yang tidak bisa penulis lewati. Namun di balik semua itu masih ada secercah harapan dan kemauan yang cukup keras untuk melewati tembok besar yang mengganggu ini. Eaaa uda kayak iklan aja nih kata-katanya.

Penulis harus
Maju Tak Gentar
Tetap Semangat!!!

Semangat untuk menyongsong hari esok, karena esok akan lebih baik jika kita bisa belajar dari hari kemarin dan hari ini! (wahwah penulis berasa di masa kemerdekaan yang penuh semangat dan derita nih) hhihihi

Minggu, 06 November 2011

Sekedar Celotehan

Sudah hampir dua bulan penulis menjadi pengangguran tak kentara, harapan untuk segera memperoleh pekerjaan di bulan Oktober hanya sekedar panggilan kerja. Yah mau gimana lagi? Kalo uda ngomongin kerjaan ya kita cuma kudu bisa berusaha, bersabar dan dipanggil. Hhihi

Kadang kondisi yang demikian membuat posisi penulis kian semrawut karena penulis selalu malu dan terkadang sungkan kalo meminta 'uang jajan' ke orang tua. Sungguh miris memang keadaan penulis saat ini. Wkekek. Sebenarnya penulis uda dapet kerjaan sih, tapi ya gitu gajinya ga menentu cyiinn bergantung produktivitas. hahaha

Ya itulah hidup, kadang kehidupan tidak pernah mengerti kita sehingga kita yang harus bisa mengerti dan memahaminya.

Kamis, 20 Oktober 2011

19 Oktober + 1

Penulis (kiri) bersama Ricko ketika masih SMA

Alhamdulillah ya kemaren penulis berulang tahun yang ke-23, sesuatu banget rasanya. Menjadi Alhamdulillah dan Sesuatu karena penulis terkontaminasi oleh Syahrini. Hhahaha. Bukan dink, bukan itu, penulis hanya bisa bersyukur karena di usia ke-23 ini penulis masih diberikan kesempatan untuk menjadi lebih baik dan tentunya kondisi yang sehat oleh Allah SWT.

Sekarang emang uda ga tanggal 19 Oktober :( tapi gapapa lah penulis masih sempet menulis beberapa patah paragraf untuk edisi ulang tahun penulis. Kemaren penulis uda bersiap ke Indikasi Corner di Radar Jogja, tak laen adalah untuk numpang ngenet sambil download film. Tapi kenyataan berkata lain, penulis malah melakukan aksi sosial dengan membantu temen-temen indikasi untuk membersihkan ruang kerja mereka. Gapapa lah itung-itung beramal di hari ulang tahun. Hhaha

Akhirnya rencana penulis untuk download film sambil mencari kerja via internet harus dipending karena ga mungkin juga penulis asik internetan dikala ada orang bergotong-royong. Alhamdulillah lagi ketika listrik kantor Radar Jogja mulai padam akibat hujan, semakin sukseslah penulis ga bisa ngenet. Hahaha

Hari ini penulis uda berusia 23th+1hari dan pada hari ini juga merupakan hari yang menarik buat penulis karena penulis bisa nulis tulisan ini. Hahaha. Hari ini kekasih tercinta dari sahabat penulis sedang mengalami usia yang ke-23 layaknya penulis, tepat sehari setelah penulis lahir eh pacar sahabat penulis ikutan lahir dan untungnya kita ga jadi anak yang ditukar karena kita beda jenis kelamin. Hahaha
Hari ini penulis bisa sedikit lega karena beberapa film yang penulis download telah menunjukkan kebolehannya dengan status complete di dalam Internet Download Manager (apaan sih, random banget nih penulis). Hahaha. Bukan sekedar itu, penulis juga mendapatkan film yang penulis cari-cari sejak dari dulu yakni Alangkah Lucunya Negeri Ini dan Gangs Of New York. Benernya penulis bisa aja sih tinggal ke rental CD buat nyewa film, tapi penulis ga mau karena itu tidak diperlukan pengorbanan. Kalo download kan ada seni nya, yakni seni menunggu dan bersabar menunggu download-an yang kadang lambat dan kadang kudu di pause karena beberapa alasan seperti uda bosen ngenet. Hhahaha

By The Way selamat ultah yang ke-23 ya Sonia Ranggita selaku kekasih dari sahabat terkasih saya Ricko Wahyu Wijanarko tidak lupa saya ucapkan selamat ultah untuk penulis yang uda memasuki 23 tahun plus 1 hari per hari ini. Moga kalian semua selalu mendapat kesuksesan dan kesehatan. Amin

Senin, 17 Oktober 2011

Kapan Kerja?

Beberapa minggu terakhir ini sekitar dua mingguan lebih dikit, penulis menghadapi permasalahan yang cukup serius sebagai seorang sarjana yakni mencari pekerjaan. Hhihi. Sebenarnya bukanlah perkara yang sulit untuk memperoleh kerja, menjadi sebuah kesulitan ketika kita sulit mencari pekerjaan yang sesuai dengan hati nurani kita. Wkekeke
Pada akhirnya penulis mengisi hari-hari penulis hanya dengan menonton FTV di salahs satu stasiun televisi swasta pada pukul 10.00 dan 12.30 WIB setelah itu penulis ngacir ke tempat yang mengandung aroma wi-fi agar penulis bisa ngirim-ngirim email ke beberapa perusahaan yang menurut penulis sangat sesuai buat penulis. Benernya banyak yang ga sesuai sih cuma daripada nganggur terus-terusan yauda deh cari kerja apa aja yang penting halal dan gajinya lumayan.
Seminggu setelah pengiriman email ke beberapa perusahaan, ternyata masih belum ada balasa email, sms atau telpon dari perusahaan-perusahaan tersebut. Tapi penulis mencoba untuk stay cool dan berpikir positif bahwa belum saatnya penulis dapet panggilan kerja. Yah, moga aja sekali dapet panggilan langsung kerja dan dapet gaji yang aduhay. Amin
Penulis telah berjanji pada diri sendiri dan orang tua penulis bahwa masa pengangguran penulis akan berakhir pada bulan november dan tidak ada masa tenggang. Menjadi pertanyaan serius ketika kalo uda bulan november masih nganggur terus gimana? Iya juga sih, gimana ya? Hhaha
Pokoknya positif thinking aja dah, Insya Allah bakal kerja secepatnya. Amin