Senin, 02 Agustus 2010

Lampu

Aneka Jenis Lampu

Kayaknya kita kudu makasih banyak deh ama Thomas Alva Edison, karena dia juga akhirnya dunia ini ga gelap di malam hari dan ga perlu repot-repot nyalain api. Hehehe. Karena temuannya yang bernama lampu itu, suasana malam hari bisa menyala dan kendaraan bermotor pun juga menggunakan jasa lampu untuk menerangi jalan yang mereka lewati, bahkan pedagang kaki lima juga make lampu buat menerangi dagangan mereka. Yah, benar-benar penuh manfaat lampu itu.
Fungsi utama lampu adalah sebagai alat penerangan. Dengan cahaya yang dihasilkan oleh lampu itu, mampu menerangi segala sesuatu yang gelap. Namun kalo dibandingin cahaya matahari, lampu emang masih kalah, lha wong matahari dan pencipta lampu itu ciptaan Allah SWT. Nggak bakal ada yang bisa nyaingin ciptaan Allah. Hehe.
Yah itulah sedikit kisah tentang lampu yang penuh manfaat itu. Kira-kira ada ga ya pemimpin di negeri ini yang berfungsi layaknya lampu? Hehehe. Kayaknya susah juga nemuin mereka yang mampu menerangi dan memberikan banyak manfaat untuk rakyatnya. Dan parahnya lagi, lampu itu bisa lebih tau diri daripada pemimpin kita. Lampu kalo uda ga bisa nerangin lagi atau cahayanya berkurang, toh dia sadar diri dan mau diganti dengan lampu baru yang lebih bersinar. Beda ama pemimpin kita, meski uda ga bersinar lagi mereka masih saja memaksakan sinarnya kepada rakyatnya. Rakyat dipaksa “belajar” dalam cahaya yang redup, dan keredupan itu pula yang membuat rakyat harus ekstra keras untuk “belajar” dan tidak sedikit pula rakyat yang mengeluh terhadap redupnya sinar tersebut.
Andaikan pemimpin kita bisa mempunyai fungsi layaknya lampu yang banyak manfaatnya untuk semua rakyat, dari yang paling kaya ampe paling miskin bisa memanfaatkan fungsi lampu dengan baik,  mungkin rakyat bisa memperoleh kehidupan yang lebih baik.

aneka jenis wakil rakyat yang ngantuk

Masalah sinar dari pemimpin sebenarnya bukan karena cahayanya yang kurang (redup), namun sinar mereka seakan hanya untuk kelompok/kalangan tertentu saja. Yah ibaratnya, semakin mahal lampunya maka semakin sinar terangnya. Jadi mereka memeberikan sinar yang terang itu untuk kelompok penguasa, pengusaha dan ekonomi menengah ke atas yang diberi cahaya yang tidak terlalu terang dan diberikan cahaya yang terang benderang ketika uda jadi pemimpin. Untuk kelas menengah kebawah atau rakyat biasa yang nyatanya justru dapat membantu pemimpin memperoleh sinarnya malah diberikan lampu KW dengan sinar yang terang pada awalnya (janji dan janji) dan redup bahkan mati alias ga ada sinarnya (uda jadi pemimpin/pejabat). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar